Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XI DPR memanggil jajaran dewan gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat tentang laporan kinerja bank sentral 2025.
Dalam rapat itu, hadir di antaranya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, Deputi Gubernur Ricky P Ghozali, dan Deputi Gubernur Thomas Djiwandono.
Saat memulai rapat, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, rapat ini menjadi penting sebagai bahan penilaian tahunan DPR terhadap kinerja jajaran dewan gubernur BI.
"Laporan triwulanan dan tahunan yang disampaikan dievaluasi DPR dan digunakan sebagai bahan penilaian tahunan kinerja dengan BI," kata Misbakhun di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Misbakhun mengatakan, laporan kinerja BI mencerminkan pelaksanaan tugas dan wewenang BI dalam menjaga nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran serta turut menjaga stabilitas sitem keuangan di tengah dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian saat ini.
"Namun, nilai tukar rupiah yang relatif stabil pada tahun lalu, serta ketahanan sistem keuangan yang tetap kuat," kata Misbakhun.
Pemanggilan ini terjadi setelah sejak beberapa hari lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan hingga betah bertengger di level atas Rp 17.000/US$.
Pada hari ini, mata uang garuda mengawali perdagangan dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Melansir data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Rabu (8/4/2026), rupiah dibuka menguat ke level Rp16.970/US$ atau terapresiasi sebesar 0,70%.
Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Selasa (7/4/2026), rupiah ditutup melemah tajam ke posisi Rp17.090/US$.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau berada di zona merah dengan pelemahan 0,94% ke level 98,918.
(arj/ras)
[Gambas:Video CNBC]


















































