Ribuan warga Iran memadati Lapangan Enghelab di Teheran pada Rabu (8/4/2026) pagi waktu setempat, mengibarkan bendera dan menyatakan kesetiaan tanpa syarat kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Aksi ini terjadi meski Amerika Serikat dan Iran baru saja menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Aksi solidaritas ini muncul hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran pada Selasa. Kesepakatan itu terjadi beberapa jam setelah Trump mengancam, “seluruh peradaban akan mati malam ini,” dan hanya sekitar 90 menit sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
“Apa pun yang dikatakan pemimpin kita, itu yang akan terjadi,” kata seorang wanita peserta demonstrasi. “Jika dia menganggapnya tepat, kita akan melakukan gencatan senjata. Jika tidak, kita siap berjuang selamanya.” (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Trump menyatakan akan “menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu” dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak yang vital bagi perdagangan global. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Beberapa warga juga membakar bendera AS dan Israel saat merayakan pengumuman gencatan senjata, sementara Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menanggapi langkah tersebut dengan pernyataan panjang di media pemerintah yang menyebutnya sebagai kemenangan diplomatik dan menjabarkan rencana 10 poin untuk mengakhiri konflik secara permanen. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Pengamat menilai demonstrasi loyalitas warga kepada Khamenei mencerminkan dukungan domestik yang kuat bagi kebijakan Iran, bahkan di tengah tekanan internasional. Sementara itu, Israel dilaporkan menangguhkan kampanye pengeboman setelah koordinasi dengan Washington, menunjukkan dampak regional dari gencatan senjata ini. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Kesepakatan ini langsung memengaruhi pasar global: harga minyak mentah AS turun lebih dari 17% ke sekitar US$92 per barel, sementara kontrak berjangka saham AS menguat. Langkah ini dinilai menahan eskalasi konflik, memberi ruang bagi negosiasi, dan meredakan ketegangan di kawasan Teluk Persia. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)


















































