Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di Indonesia untuk memasok hasil produksi minyaknya ke dalam negeri. Hal ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memitigasi penyediaan pasokan energi di dalam negeri di tengah gejolak geopolitik dunia.
Instruksi kepada para KKKS tersebut tertuang dalam paparan yang disampaikan Ditjen Migas pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR. Terdapat lima poin langkah pemerintah memitigasi penyediaan pasokan energi.
Adapun instruksi tersebut tertuang dalam poin ketiga dengan bunyi: "Minyak mentah atau crude oil, kami telah menginstruksikan kepada seluruh KKKS agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor,"
"Artinya, crude produksi untuk yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri," tegas Sekretaris Ditjen Migas Muhammad Rizwi, dikutip Kamis (9/4/2026).
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Ia menyatakan bahwa Seluruh produksi minyak bumi bagian dari KKKS sudah konfirmasi untuk bisa dijual ke kilang dalam negeri.
"Seluruh produksi minyak bumi bagian dari KKKS sudah konfirmasi untuk bisa dijual ke kilang dalam negeri," terang Djoko Siswanto dalam. Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).
Sebagai gambaran realisasi produksi minyak siap jual (lifting) minyak Indonesia pada tahun 2025 mencapai 606.000 ribu barel per hari (bph). Setidaknya terdapat sejumlah KKKS besar yang berkontribusi pada capaian produksi minyak nasional, diantaranya ExxonMobil di Blok Cepu, yang sudah sepakat untuk menyuplai 100% minyaknya ke dalam negeri.
Di bawah ExxonMobil, produksi minyak terbesar kedua berasal dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), pengelola Blok Rokan, Riau, dengan produksi sebesar 151.053 bph. Kemudian, disusul oleh PT Pertamina EP dengan produksi tercatat sebesar 68.504 bph.
Berdasarkan data SKK Migas, berikut daftar 10 KKKS produksi minyak terbesar per 10 November 2025:
1. ExxonMobil Cepu 153.900 bph
2. Pertamina Hulu Rokan (PHR) 151.053 bph
3. Pertamina EP 68.504 bph
4. Pertamina Hulu Energi ONWJ 25.538 bph
5. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) 23.559 bph
6. Pertamina Hulu Energi OSES 17.180 bph
7. Petrochina International Jabung 13.212 bph
8. Medco E&P Natuna 16.747 bph
9. Pertamina Hulu Sanga-Sanga 13.209 bph
10. BP Berau 7.653 bph.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


















































