Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah arsip foto 'Meretas Jalan Demokrasi' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Pameran tersebut berisi tentang sekumpulan foto saat peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli).
Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (21/7/2026), Megawati tiba pada pukul 16.19 WIB mengenakan kemeja berwarna merah. Megawati tampak didampingi oleh putranya, Prananda Prabowo atau Nanan.
Selain Nanan, Megawati juga didampingi pula oleh tokoh PDIP lain yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Wagub DKI Jakarta Rano Karno. Mereka dipandu oleh Kepala Badan Sejarah PDIP sekaligus Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosesi pembukaan diawali dengan Megawati yang menggunting pita. Megawati kemudian langsung masuk untuk melihat-lihat pameran foto tersebut setelah peresmian.
Tampak tangan Megawati terus digandeng oleh Nanan saat melihat foto-foto tersebut. Megawati tampak dengan seksama memperhatikan foto yang dipamerkan dan mendengarkan penjelasan dari Bonnie.
Adapun rangkaian foto yang dipamerkan memuat kronologi kejadian Kudatuli. Selain itu, panitia juga secara sekilas memamerkan arsip sejarah PDIP dari awal berdiri hingga capaian Megawati saat menjabat sebagai Presiden.
Sebagai informasi, Kudatuli adalah peristiwa kekerasan yang terjadi di kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Peristiwa ini tepatnya terjadi di Kantor Sekretariat DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 27 Juli 1996.
Mengutip dari Komnas HAM, peristiwa Kudatuli diduga disebabkan oleh perebutan kantor PDI, antara kubu Megawati Soekarnoputri dengan kubu Soerjadi. Namun banyak pihak merasakan ada keganjilan dari penyebab utama ini.
Lebih dari 20 tahun peristiwa kerusuhan yang menelan cukup banyak korban itu terjadi. Meski begitu, sisa dari peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 masih melekat dalam ingatan para korban, keluarga korban serta saksi mata ketika kerusuhan terjadi.
Berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM, disebutkan bahwa terdapat sejumlah korban tewas 5 orang, korban luka-luka mencapai 149 orang, dan korban hilang sebanyak 23 orang. Adapun kerugian materiil yang diperkirakan hingga Rp 100 miliar.
Hingga saat ini, dalang hingga penyebab pasti di balik kasus Kudatuli 27 Juli 1996 masih belum terungkap. Sementara para keluarga korban sampai saat ini masih terus menuntut adanya keadilan akan peristiwa kerusuhan tersebut.
Tonton juga video "Hal yang Dibahas Gerakan Nurani Bangsa dan Megawati"
(rfs/rfs)















































