Modus pelaku dalam menyelundupkan emas kian beragam. Pelaku kini sengaja memasukannya ke dalam kemaluan untuk menghalau petugas.
Sejumlah barang bukti berupa emas dan dokumen lainya ditampilkan pada Konferensi Pers Penindakan Penyelundupan Ekspor Emas KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, di Aula Gedung B KPU Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan dalam upaya ini, pihaknya mengamankan sekitar 48 keping emas dengan total berat mencapai 23,78 kg emas dalam bentuk yang berbeda, terdiri atas 41 keping emas berbentuk silinder 24 karat dengan berat 17,43 kg dan 7 keping emas berbentuk batangan dengan berat mencapai 6,35 kg. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Kami melakukan penindakan dengan mengamankan barang bukti terdiri atas 41 keping emas berbentuk silinder 24 karat dengan total berat mencapai 17,43 kg atau sekitar Rp46 miliar dan keping emas berbentuk cash bar dengan total berat mencapai 6,35 kg atau nilai keekonomisannya Rp17 miliar," kata Djaka dalam konferensi persnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Djaka menambahkan modus pelaku dalam menyelundupkan emas berbeda-beda. Untuk yang berbentuk silinder atau peluru, pelaku sengaja memasukannya ke dalam kemaluan untuk menghalau petugas. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Emas berbentuk silinder atau telur, dimasukkan di dalam tas celana yang dimodifikasi, dimasukkan ke dalam kemaluan atau inserter baik di kemaluan maupun di dubur," lanjut Djaka. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sedangkan untuk emas berbentuk batang, pelaku melakukan serah terima dengan staff ground handling di loading dock. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Dugaan pembawaan emas dalam hand carry oleh staff ground handling di loading dock Terminal 3 kedatangan internasional yang kemudian diikuti oleh petugas sehingga terjadi serah terima barang dengan penumpang tujuan Dubai," terang Djaka. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


















































