Menteri Israel Serukan Bunuh 40 Warga Gaza per Malam

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali menuai kecaman setelah menyerukan peningkatan serangan udara di Jalur Gaza. Ia meminta puluhan warga Palestina dibunuh setiap hari.

Pemimpin partai sayap kanan jauh Jewish Power itu mengatakan Israel tidak seharusnya membatasi serangan hanya terhadap orang-orang yang dianggap menimbulkan ancaman langsung. Dalam sebuah wawancara, Ben-Gvir menyerukan serangan udara berskala luas di seluruh Jalur Gaza dan mengatakan, "30 hingga 40 warga Gaza" harus dibunuh dalam serangan setiap malam.

Ben-Gvir juga menyatakan bahwa warga Palestina yang tidak terlibat langsung dalam pertempuran tidak semestinya dikecualikan dari serangan. Ia bahkan mengatakan ada orang-orang yang "tidak layak untuk hidup" dan menyebut mereka "sama sekali bukan manusia."

Dalam wawancara yang dikutip Jerusalem Post, Ben-Gvir merujuk seorang perempuan yang pernah memberikan makanan kepada Rom Braslavski ketika ditahan di Gaza. Ia menyebut perempuan tersebut sebagai "teroris" dan mengatakan orang itu "perlu ditembak di bagian kepala."

Braslavski merupakan tentara Israel yang ditangkap pada 7 Oktober 2023 dan kemudian dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel pada 13 Oktober 2025. Ben-Gvir juga menyerukan agar orang-orang yang ia sebut sebagai "teroris" di Gaza "dibunuh satu per satu."

Selain menyerukan serangan lebih luas, Ben-Gvir kembali mendorong pendirian permukiman Israel di Gaza.

"Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita," katanya, seraya menegaskan bahwa permukiman Israel tidak boleh hanya dibangun di bekas kawasan Gush Katif yang dievakuasi Israel pada 2005, tetapi mencakup seluruh wilayah Gaza.

Ben-Gvir juga menyerukan agar sebanyak mungkin warga Palestina meninggalkan Gaza secara sukarela. Ia turut menyatakan kepuasannya terhadap kondisi tahanan Palestina di penjara Israel, sementara kelompok hak asasi Palestina dan Israel memperkirakan sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, kini berada di penjara-penjara Israel.

Ia juga meminta kelompok-kelompok hak asasi Israel yang mendorong hidup berdampingan antara warga Palestina dan Israel, seperti Peace Now dan Standing Together, dilarang beraktivitas. Ben-Gvir menuduh kelompok-kelompok tersebut mendukung terorisme, tanpa memberikan bukti atas tuduhan tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |