Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
18 August 2026 20:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia telah meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Produk ini nantinya dapat dimiliki masyarakat dan korporasi sebagai alat pembayaran dengan fasilitas kredit atau deferred payment.
Secara sederhana, KKI bekerja seperti kartu kredit biasa. Pemegang kartu mendapatkan plafon kredit dari penerbit, menggunakannya untuk berbelanja, kemudian membayar tagihan sesuai ketentuan.
Hal paling menarik dari KKI berada pada cara penggunaannya. Pada tahap awal, KKI akan tersedia dalam bentuk digital dan dapat dipilih sebagai sumber dana ketika membayar menggunakan QRIS.
Artinya, konsumen dapat memindai QRIS di warung, restoran, toko, atau merchant lain, tetapi uang yang digunakan bukan berasal dari saldo rekening. Transaksi tersebut akan masuk ke dalam tagihan kartu kredit.
Beda Jalur dengan Visa dan Mastercard
Perbedaan utama KKI dengan kartu kredit Visa atau Mastercard berada di belakang layar. Transaksi KKI diproses secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.
Sementara itu, transaksi kartu Visa dan Mastercard menggunakan jaringan prinsipal internasional yang menghubungkan merchant, bank pengelola merchant atau acquirer, serta bank penerbit kartu.
Visa dan Mastercard bukanlah bank penerbit kartu. Keduanya menyediakan jaringan pembayaran, sedangkan kartu, limit kredit, tagihan, dan layanan kepada nasabah tetap dikelola bank atau lembaga penerbit.
Bisa Dipakai di Warung Tanpa Mesin EDC
Integrasi dengan QRIS membuka peluang penggunaan kartu kredit di lebih banyak merchant. Selama merchant menerima QRIS, konsumen secara prinsip dapat memilih KKI sebagai sumber dana.
Ini menjadi pembeda penting karena banyak warung dan usaha mikro telah menerima QRIS, tetapi belum memiliki mesin EDC untuk memproses kartu kredit.
KKI akan mendukung QRIS MPM dengan cara memindai kode milik merchant, QRIS CPM dengan menampilkan kode untuk dipindai merchant, serta QRIS TAP dengan mendekatkan ponsel ke terminal pembayaran.
Ke depan, KKI juga akan dikembangkan untuk transaksi daring dan penggunaan kartu fisik. Namun, kedua layanan tersebut belum menjadi fokus pada tahap awal implementasi.
Bisa Digunakan di Luar Negeri, tetapi Terbatas
Walaupun menggunakan infrastruktur domestik, KKI dirancang dapat digunakan di luar negeri melalui QRIS Antarnegara. Pengguna hanya dapat bertransaksi di negara mitra dan merchant yang telah terhubung dengan layanan tersebut.
Cakupannya tentu belum seluas Visa dan Mastercard. Kedua jaringan internasional tersebut telah diterima oleh merchant di berbagai negara dan umum digunakan untuk perjalanan maupun perdagangan elektronik.
Karena itu, KKI dan kartu internasional kemungkinan memiliki fungsi yang saling melengkapi. KKI dapat digunakan untuk transaksi domestik berbasis QRIS, sedangkan Visa atau Mastercard tetap dibutuhkan untuk merchant global dan situs internasional.
Masuknya sumber dana kredit ke dalam QRIS menjadi bagian yang perlu diperhatikan konsumen. Masyarakat selama ini lebih banyak mengenal QRIS sebagai pembayaran yang langsung memotong saldo rekening atau dompet digital.
Pada KKI, pembayaran QRIS justru akan menambah tagihan kartu kredit. Kemudahan memindai kode QR dapat membuat penggunaan kredit terasa lebih ringan, meskipun setiap transaksi tetap merupakan utang yang harus dilunasi.
Ketentuan transaksi KKI akan mengikuti kanal pembayaran yang digunakan. Untuk fitur QRIS, batas transaksi disebut mencapai Rp10 juta per transaksi.
Syaratnya Pengajuan KKI
Calon pengguna KKI tetap harus melalui proses verifikasi, penilaian kredit, dan manajemen risiko dari penerbit.
Pemegang kartu utama harus berusia minimal 21 tahun atau telah menikah. Calon pengguna juga harus memiliki penghasilan minimal Rp3 juta per bulan setelah dikurangi kewajiban.
Plafon kredit dan batas kepemilikan mengikuti ketentuan kartu kredit yang berlaku serta hasil penilaian masing-masing penerbit.
Pada implementasi awal, tujuh bank disiapkan sebagai first mover, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega. BSI menjadi next mover yang dapat menerbitkan KKI.
Apakah KKI Lebih Murah?
Pemrosesan domestik tidak otomatis membuat bunga KKI lebih rendah dibandingkan kartu kredit Visa atau Mastercard. Batas suku bunga KKI tetap mengikuti ketentuan kartu kredit yang berlaku.
Biaya tahunan, denda, program cicilan, promosi, dan fasilitas lainnya juga akan bergantung pada kebijakan masing-masing penerbit.
Sementara itu, Merchant Discount Rate atau MDR QRIS merupakan biaya yang ditanggung merchant, bukan konsumen. Tarifnya ditentukan berdasarkan kategori merchant dan nilai transaksi.
Perluasan MDR QRIS 0% bagi seluruh kategori merchant untuk transaksi sampai Rp100.000 direncanakan berlaku pada 1 Oktober 2026. Khusus usaha mikro, tarif 0% tetap berlaku hingga transaksi Rp500.000.
KKI Saingan Visa dan Mastercard?
Bank Indonesia menyatakan KKI akan berjalan berdampingan atau co-exist dengan kartu kredit prinsipal internasional. Masyarakat tetap dapat memilih kartu berdasarkan kebutuhan.
Daya tarik KKI berada pada kombinasi fasilitas kredit, pemrosesan domestik, dan jangkauan QRIS. Produk ini berpotensi membawa pembayaran kartu kredit ke merchant yang sebelumnya tidak memiliki mesin EDC.
Adapun Visa dan Mastercard masih memiliki keunggulan dalam penerimaan global, transaksi daring, serta penggunaan kartu fisik yang lebih matang.
KKI adalah bentuk Indonesia mandiri dalam sistem pembayaran. Jika dilihat lebih luas dengan transaksi KKI yang diproses di dalam negeri akan menciptakan efisiensi dan efektivitas bagi perbankan.
Biaya yang dikeluarkan nasabah dengan KKI jauh lebih murah dibandingkan dengan kartu berlogo Visa dan MasterCard. Cara ini akan mengamankan dana nasabah untuk tidak tersedot banyak akibat transaksi yang dilakukan.
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)


















































