Deal! Hizbullah Turuti Kemauan AS Hentikan Serangan ke Israel, tapi..

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya meredakan konflik yang terus membara di Lebanon memasuki babak baru setelah Hizbullah dilaporkan menerima proposal Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan serangan terhadap Israel. Sebagai imbalannya, Tel Aviv diminta menghentikan serangan udara ke wilayah pinggiran selatan Beirut yang selama ini menjadi basis utama kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut.

Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa perang yang melibatkan Iran, Israel, dan AS dapat semakin meluas di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut diumumkan hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim telah melakukan pembicaraan yang "sangat baik" dengan Hizbullah dan berhasil mendorong kedua pihak untuk meredakan ketegangan.

Dilansir AFP, Selasa (2/6/2026), berdasarkan pernyataan Kedutaan Besar Lebanon di Washington yang dibagikan oleh kepresidenan Lebanon, Hizbullah telah menerima usulan yang diajukan AS.

Dalam skema tersebut, "serangan Israel terhadap Dahiyeh", wilayah pinggiran selatan Beirut, "akan dihentikan sebagai imbalan atas komitmen Hizbullah untuk tidak melancarkan serangan terhadap Israel".

Kesepakatan itu muncul setelah Israel sebelumnya kembali mengancam akan menyerang wilayah selatan ibu kota Lebanon pada Senin.

Adapun serangan Israel yang terus meluas di Lebanon, termasuk bombardir besar-besaran dan invasi darat terdalam dalam dua dekade terakhir, dinilai mengancam kelangsungan gencatan senjata antara AS dan Iran yang menjadi bagian dari upaya lebih luas mengakhiri perang di kawasan.

Hizbullah membawa Lebanon masuk ke dalam konflik regional pada 2 Maret lalu ketika kelompok tersebut meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas operasi AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Sejak saat itu, bentrokan di sepanjang perbatasan terus meningkat meski berbagai upaya diplomatik telah dilakukan.

Trump mengatakan dirinya berhasil membujuk Israel dan Hizbullah untuk mengurangi eskalasi.

"Tidak akan ada pasukan yang menuju Beirut, dan setiap pasukan yang sedang dalam perjalanan telah diperintahkan untuk kembali," tulis Trump melalui platform Truth Social setelah melakukan percakapan yang disebutnya "sangat produktif" dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump juga mengeklaim telah menjalin komunikasi dengan Hezbollah melalui sejumlah perantara tingkat tinggi.

"Melalui perwakilan-perwakilan yang memiliki posisi sangat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka sepakat bahwa semua aksi tembak-menembak akan dihentikan. Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," tulis Trump.

Meski demikian, nada yang disampaikan Netanyahu tidak sepenuhnya sejalan dengan optimisme Trump.

Pemimpin Israel itu menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Presiden AS bahwa serangan ke Beirut tetap menjadi opsi apabila Hizbullah terus menyerang wilayah Israel.

Meski ancaman itu tetap dilontarkan, Trump kembali menunjukkan optimismenya terhadap peluang penghentian konflik secara permanen.

Dalam unggahan lain di Truth Social, ia menyatakan harapan agar Israel dan Hizbullah berhenti bertempur "UNTUK SELAMANYA!"

Sementara itu, Iran menegaskan bahwa penghentian konflik di Lebanon tetap menjadi syarat utama bagi setiap kesepakatan yang ingin dicapai dengan Washington.

Pernyataan itu muncul ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengancam akan membuka "front-front baru" dalam perang apabila operasi Israel di Lebanon terus berlanjut.

Sementara itu, NNA melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam puluhan lokasi di wilayah selatan negara tersebut. Salah satu serangan bahkan dilaporkan merusak sebuah rumah sakit di Kota Tyre.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 3.433 orang.

Di pihak Israel, militer mengumumkan dua tentaranya tewas dalam operasi di Lebanon selatan. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari kalangan militer Israel sejak awal Maret meningkat menjadi 27 orang.

Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mendesak seluruh pihak untuk menghormati penghentian permusuhan.

Ia menyerukan agar semua pihak menahan diri di tengah meningkatnya ketegangan.

Pada Senin, Dewan Keamanan PBB juga menggelar sidang darurat untuk membahas perang yang terus berkecamuk di Lebanon.

Dalam laporan kepada Dewan Keamanan yang diperoleh AFP, Guterres menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon perlu tetap dipertahankan setelah mandat misi saat ini berakhir pada penghujung tahun.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |