Dari Boyolali, Yandri Susanto Serukan Bangun Indonesia dari Desa

2 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmen membangun Indonesia dari desa dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, hari ini.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dihadiri puluhan ribu peserta yang terdiri dari kepala desa se-Jawa Tengah serta perwakilan asosiasi desa se-Indonesia. Acara berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan pembacaan Deklarasi Boyolali serta pelepasan burung merpati.

Dalam sambutannya, Yandri menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional karena menjadi akar kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Membangun desa sama artinya membangun Indonesia. Jika desa tertinggal, maka Indonesia juga akan tertinggal," ujar Yandri dalam sambutannya, Kamis (15/1/2026).

Yandri memaparkan sejumlah program strategis Kementerian Desa, salah satunya Desa Ekspor, yang membuka akses langsung desa ke pasar global. Ia mencontohkan Desa Kertasana, Pandeglang, yang mengekspor kopi dan ikan ke Prancis, Inggris, dan Kanada.

Selain itu, Desa Ngoran di Blitar mampu mengekspor alat musik gendang djembe ke Tiongkok melalui BUMDes dengan pendapatan mencapai Rp18 miliar per tahun.

"Ini bukti bahwa desa mampu menjadi motor ekonomi nasional jika diberi ruang dan dukungan," katanya.

Selain penguatan ekonomi desa, Yandri juga menyoroti kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan sosial. Bersama Badan Narkotika Nasional, Kementerian Desa mengembangkan program Desa Bersinar untuk pencegahan narkoba.

Dengan Kejaksaan Agung, dijalankan Jaksa Garda Desa melalui digitalisasi pelaporan dana desa secara real time. Sementara bersama BNPT, digagas Desa Siap Siaga yang memberdayakan masyarakat, termasuk mantan narapidana terorisme, lewat kegiatan ekonomi produktif.

Lebih lanjut, Momentum Hari Desa Nasional sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, serta pengentasan kemiskinan. Saat ini, Indonesia memiliki 75.266 desa yang tidak mungkin dibangun oleh satu lembaga saja.

"Kita bukan superman, tapi super tim," tegasnya.

Untuk itu, Kementerian Desa menggagas 12 Aksi Bangun Desa, yang mencakup penguatan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, desa tematik seperti Desa Lele, Desa Nila, Desa Melon, Desa Padi, dan Desa Jagung, Desa Wisata, Desa Ekspor, hingga dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai inisiatif pendukung juga digelar, mulai dari Festival Bangun Desa, Liga Desa, hingga Festival Film Desa.

Usai sambutan, Yandri memimpin pembacaan Deklarasi Boyolali yang diikuti seluruh peserta secara lantang dan khidmat. Deklarasi tersebut berisi tekad bersama untuk melaksanakan program prioritas Presiden, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Puncak peringatan ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Mendes PDT Yandri Susanto bersama jajaran menteri, wakil menteri, dan para undangan. Pelepasan burung merpati tersebut menjadi simbol harapan, persatuan, dan semangat baru membangun desa sebagai garda terdepan Indonesia.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |