Cak Imin Hadiri Peringatan Hari Pers di Serang, Ingatkan Bahaya Brain Root

3 hours ago 2
Serang -

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Banten. Dalam sambutannya, Cak Imin, menyinggung soal brain root yang harus diatasi oleh pers dan media mainstream.

Puncak peringatan HPN 2026 digelar di Halaman Masjid Al Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026). Selain Cak Imin, peringatan HPN dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Komdigi) Meutya Hariz, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Hadir pula sebagai tuan rumah Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur Ahmad Dimyati Natakusumah, dan juga Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cak Imin menyampaikan saat ini adalah masa kemajuan teknologi. Pada masa seperti saat ini, banyak informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan memiliki risiko.

"Kemajuan teknologi informasi bahwa banyak peluang, tapi juga risiko. Banjir informasi tak berkualitas menurunkan daya nalar masyarakat. Ada istilah baru, brain root, atau otak busuk. Dalam situasi ini, pers harus hadir sebagai penjernih informasi bukan menambah kebisingan informasi," katanya.

Menurut Cak Imin, pers harus tetap mempertahankan kualitas karyanya. Ia pun menyinggung verifikasi dan etika jurnalisme yang tetap harus ada.

"Di tengah deras arus teknologi, kita harus jujur bahwa pers tak berkualitas, hanya mengandalkan AI, akan kehilangan makna. Tanpa verifikasi, dan etika ia hanya lahirkan berita halusinasi, tanpa keberpihakan pada kebenaran, ia menjauh dari publik," katanya.

Menurut Cak Imin, sekitar 80 persen populasi di Indonesia menggunakan media sosial. Mereka mengakses media sosial setidaknya tiga jam dalam satu hari.

Di tengah kondisi itu, pers harus tetap menjaga kepercayaan publik. Bagi Cak Imin, pers adalah lembaga yang bisa membangun negara lebih baik.

"Masa depan ekonomi, stabilitas sosial, dan kohersi kebangsaan ditentukan media dan kualitas informasi. Bangsa ini butuh pers sehat dan bermartabat," katanya.

(aik/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |