Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2026 sebesar 0,28% secara bulanan atau month to month (mtm). Adapun, inflasi tahun kalender mencapai 1,35% dan inflasi tahunannya mencapai 3,08%.
Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih tinggi dibanding kondisi April 2026 yang mengalami inflasi 0,13% mtm.
BPS mencatat kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi terbesar ialah sektor transportasi dengan nilai 0,61%. Kelompok pengeluaran ini memberikan andil inflasi 0,07%.
"Terjadi inflasi sebesar 0,28%," kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Sebagai informasi, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 institusi memperkirakan IHK pada Mei 2026 akan mengalami inflasi 0,19% secara bulanan (month-to-month/mtm) dengan median inflasi tahunan 2,93% (year-on-year/yoy). Sementara itu, inflasi inti pada Mei 2026 diperkirakan berada di level 2,46% yoy.
Sebagai catatan, pada April 2026 Indonesia mengalami inflasi 0,13% (mtm), sementara secara tahunan inflasi tercatat 2,42% (yoy) dan inflasi inti mencapai 2,44% (yoy).
(arj/arj)
Addsource on Google


















































