BNPB Ungkap 2 Desa di Tapsel Terdampak Parah: Kayu Gelondongan Masuk Rumah

8 hours ago 4

Jakarta -

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa ada 2 desa di Tapanuli Selatan (Tapsel) yang terdampak parah akibat banjir bandang. Dia menyebut kayu gelondongan bahkan masuk ke rumah warga.

"Sekarang setelah 2-3 hari tidak hujan itu rumah-rumah sudah membersihkan lumpur-lumpur itu. Jadi rusak sedang banyak, rusak ringan nggak ada, tapi rusak beratnya itu banyak di Tapanuli Selatan," kata Suharyanto dalam jumpa pers bencana di Sumatera, yang disiarkan YouTube BPNP, Minggu (30/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto juga menyinggung video viral banjir membawa kayu gelondongan. Dia menyebut peristiwa itu terjadi di Tapanuli Selatan.

"Ada dua desa yang, mungkin kalau di... pernah muncul di video ada kayu-kayu gelondongan besar segala macam itu ya ternyata itu di Tapanuli Selatan, makanya kayu-kayu besar sampai masuk rumah dan segala macam itu. Itu parah," ucap dia.

Menurutnya, kondisi di Tapaluni Selatan berangsur membaik. Bantuan juga terus diberikan ke lokasi.

"Tapi untuk kehidupan masyarakat di luar dua desa ini sudah relatif pulih, karena itu tadi, kebutuhan-kebutuhan dasar, kemudian akses transportasi, akses komunikasinya ini tidak terlalu terganggu," ucap dia.

Data Korban Bencana di Aceh-Sumut-Sumbar

BNPB juga menyampaikan perkembangan terkini data korban akibat bencana banjir hingga longsor di Sumatera. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, korban jiwa di wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencapai 217 orang.

"Korban jiwa untuk Sumut 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang," kata Suharyanto.

Sementara itu, untuk wilayah Aceh sendiri total 96 orang meninggal dunia dan 75 lainya masih hilang. Data korban jiwa tersebar di 11 Kabupaten/Kota.

Terakhir, untuk wilayah Sumatera Barat jumlah korban tewas menjadi 129, sementara 118 lainnya masih hilang. Suharyanto menyebut kondisi Sumatera Barat sudah lebih puluh dibandingkan dengan Aceh dan Sumatera Utara.

"Korban jiwa 129, hilang 118, 16 luka-luka," ujarnya.

(lir/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |