Biang Kerok Sampah di Pasar Kramat Jati Menggunung

18 hours ago 1
Jakarta -

Warga mengeluhkan bau menyengat dari sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Penumpukan sampah ini terjadi karena truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkurang.

Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (9/1/2026), pukul 09.30 WIB, gunungan sampah masih tampak di bagian belakang Pasar Induk Kramat Jati. Gunungan sampah itu tampak cukup tinggi hingga setengah tiang lampu jalan.

Tembok pembatas antara pasar dengan permukiman warga tampak jebol. Sampah terlihat berjatuhan ke arah permukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah alat berat terlihat di lokasi. Truk pengangkut hingga eskavator dikerahkan untuk mengangkut sampah.

Adapun Pengelola Pasar Induk Kramat Jati menyebut tumpukan sampah terjadi sejak November 2025. Sudah ada penumpukan sekitar sebulan.

"Jadi memang penumpukan ini terjadi satu bulan belakangan ya. Kira-kira itu di bulan November dan Desember," kata Manajer Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Jumat (9/1/2026).

Agus menyebut salah satu penyebab sampah menumpuk ialah berkurangnya truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dia mengatakan biasanya ada 15 truk yang dikerahkan, tapi saat itu hanya ada delapan delapan truk yang bisa digunakan.

"Belakangan di bulan terakhir ini pengiriman armada itu hanya sekitar tujuh-delapan armada. Nah, oleh karenanya, terjadi deposit sampah," sebut Agus.

Sampah Sampai 150 Ton

Dia mengatakan aktivitas pedagang Pasar Induk Kramat Jati berjalan 24 jam setiap hari. Dia menyebut aktivitas di pasar tersebut menghasilkan 120 hingga 150 ton sampah.

Sampah itu terdiri atas sampah organik. Menurutnya, sampah tersebut cepat mengalami pembusukan.

"Sampah kita ini sebenarnya sampah organik. Ketika tidak diangkut 2-3 hari, akan terjadi pembusukan. Inilah kemudian yang menyebabkan ketidaknyamanan karena bau. Ya, yang dirasakan oleh baik para pedagang maupun masyarakat yang ada di sekitar," tutur Agus.

Sampah Segera Diangkut

Dia mengatakan pengelola pasar terus melakukan koordinasi dengan DLH. Dia berharap pengangkutan sampah kembali normal.

"Alhamdulillah kemarin kami support, kami sangat support sekali, kami sangat apresiasi sekali atas support yang sudah diberikan oleh LH, oleh dinas LH untuk pengiriman armada yang jauh lebih besar lagi. Untuk bisa mengatasi penumpukan sampah yang ada di belakang ini," ujarnya.

Pihak pengelola pun menargetkan tumpukan sampah ini bisa terangkut semua dalam lima hari ke depan. Ada armada yang akan mengangkut gunungan sampah ini.

"Kemarin itu di hari Kamis ini sudah ada 25 armada, dan sudah dilakukan 31 ritase pengangkutan ke Pasar Induk Kramat Jati. Nah, kita berharap, kalau konsistensi 25 armada ini, maka bisa dipastikan lima hari ke depan, lima hari ke depan, maka penumpukan sampah ini akan sudah terlihat lebih menyusut dan lebih mantap," kata Agus.

Keluhan Pedagang Pasar

Pedagang Pasar Induk Kramat Jati mengeluh sepi pembeli akibat bau busuk dari tumpukan sampah yang sudah menggunung. Sepinya pembeli ini pun membuat omzet pedagang merosot.

"Mengganggu. Dari aroma dari tumpukan sampah. Jadi yang belanja sepi, kan (pembeli) enggak mau parkir di sini. Jadi milih parkir di depan. Kan aromanya kan berasa. Pengurangan (pendapatan) bisa 40 persenan lah," kata Hanif salah satu pedagang Pasar Induk Kramat Jati saat ditemui di lokasi, Jumat (9/1).

Hanif menjelaskan, tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini sudah berlangsung lama. Dia menyebut, tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut hingga menggunung ini sudah berlangsung sejak lima bulan ke belakang.

"Dari sebelum, ada lah empat bulan, lima bulanan. Numpuk ini enggak diambil lagi. Sudah berapa hari ini, berapa bulan ini masih numpuk," ujar Hanif.

Omzet Pedagang Turun

Menurutnya, sampah-sampah ini semestinya diangkut minimal dalam satu seminggu ada tiga kali pengangkutan. Namun belakangan ini, tidak ada armada yang mengangkut.

Selain penurunan omzet, Hanif mengaku para pedagang juga mengalami gangguan kesehatan akibat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini. Sejumlah pedagang, kata dia, memilih untuk menggunakan masker.

"Kita aja di sini juga dari kesehatan pasti ganggu. Iya lah (jadi sakit), batuk-batuk susah napas gitu. Kerasa tiap hari di sini, tiap hari, dagangnya kerasa. Kemarin kita pakai masker, begitu dikeruk kan dia aromanya ngangkat lagi gini. Jadi di, apa ya, aroma juga ngaruh," tuturnya.

Perintah Gubernur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Pasar Jaya menyelesaikan persoalan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Dia meminta agar sampah-sampah segera diangkut.

"Jadi saya sudah meminta kepada Pasar Jaya, Bapak Dirut, untuk segera menyelesaikan itu. Segera untuk diselesaikan," kata Pramono setelah meninjau Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).

Pramono mengatakan, pada 2025, Pemprov DKI Jakarta sudah menambah pengadaan truk sampah 100 unit lebih. Dia menyampaikan tak ada alasan sampah tidak terangkut.

"Kemarin kita sudah mengadakan truk tambahan hampir 100 truk lebih di tahun 2025 kemarin," ucapnya.

"Ya untuk Bantargebang, untuk Rorotan, dan termasuk untuk yang, apa, di Kramat Jati. Nggak ada alasan untuk tidak ditangani," lanjutnya.

(rdp/rdp)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |