BI: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Jadi Produsen Halal Dunia

8 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan Indonesia memiliki potensi sektor halal yang masih sangat besar, namun saat ini dinilai belum maksimal.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan mengatakan potensi pangsa halal Indonesia di global masih sangat menjanjikan.

Berdasarkan data dari BI, rantai nilai sektor halal unggulan (Halal Value Chain/HVC) Indonesia tumbuh 6,8% di kuartal pertama 2026, dari sebelumnya yang tumbuh 6,21% pada kuartal IV-2025.

"Pangsa sektor unggulan HVC terhadap perekonomian mencapai sekitar 26,07% di triwulan pertama 2026, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional," kata Dadang dalam paparannya di agenda seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Senin (3/8/2026).

Sayangnya, potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terlihat dari indeks inklusi keuangan syariah yang baru mencapai 13,41%.

"Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan preferensi belum sepenuhnya dikonversi menjadi akses dan penggunaan nyata terhadap produk dan layanan keuangan syariah," lanjut Dadang.

Agar potensi pangsa pasar syariah ini bisa dimanfaatkan secara optimal, BI pun mengatakan seharusnya Indonesia tak hanya menjadi konsumen terkait produk syariah, tetapi juga sudah harus memproduksi produk syariah.

BI akan merubah pola ekonomi nasional dari pola konsumsi menjadi produksi, di mana hal ini juga untuk mendukung momentum pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang tertuang dalam Asta Cita.

"Kita perlu bergerak dari consumer menjadi producer, dari market follower menjadi market creator, serta dari eksportir komoditas menjadi produsen barang dan jasa bernilai tambah tinggi," tegas Dadang.

BI mengungkapkan besarnya pasar syariah domestik harus menjadi landasan untuk membangun industri, teknologi, dan lain-lainnya.

"Besarnya pasar domestik harus menjadi landasan untuk membangun industri, teknologi, merek, jaringan distribusi, dan perusahaan nasional yang mampu bersaing secara global," terangnya.

Selain itu, BI juga akan melakukan transformasi dari sektor yang transfragmentasi menuju ekosistem yang terintegrasi, konektivitas global, serta partisipasi Indonesia di kancah global.

"Integrasi pasar uang dengan pasar barang dan jasa harus memastikan bahwa dana yang dihimpun oleh lembaga keuangan syariah semakin banyak mengalir kepada kegiatan produktif. Pada saat yang sama, pelaku industri halal harus memiliki akses terhadap pembiayaan, teknologi, standarisasi, promosi, dan jaringan perdagangan internasional," jelasnya.

Adapun strategi terakhir yakni sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan akademisi agar pasar syariah Indonesia bisa semakin optimal.

"Pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan akademisi perlu bergerak dari koordinator administratif menuju eksekusi secara bersama-sama," ujarnya.

(chd/mij) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |