BI Rate Naik, Airlangga Minta Himbara Tak Cepat Naikkan Bunga Kredit

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait dampak Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% pada Kamis (18/6/2026).

Dia berharap agar perbankan pelat merah tidak segera menaikkan suku bunga kredit.

Hal ini diungkapkan usai Presiden Prabowo Subianto mengundang jajaran direksi dan komisaris bank Himbara ke Istana Negara, Kamis (18/6/2026).

Dari pantauan CNBC Indonesia, rapat itu dihadiri jajaran petinggi bank hingga komisaris bank Himbara, antara lain Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi, Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan, dan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo.

Selain itu, hadir pula Komisaris BNI Febrio Nathan Kacaribu, Komisaris Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Yuliot Tanjung, hingga Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar, dan Komisaris BTN Fahri Hamzah.

Airlangga tidak menampik bahwa kenaikan suku bunga acuan ini dapat direspons dari perbankan dengan menaikkan bunga kredit.

"Ya ini relay-nya kan ada transmisi terkait kenaikan bunga kredit, diharapkan, tentu Himbara tidak terlalu cepat juga menaikkan," kata Airlangga, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menampik adanya arahan dari Presiden kepada petinggi perbankan pelat merah untuk menahan bunga kredit, pasca kenaikan suku bunga acuan.

"Ya tentu harapannya ke depan kredit tetap jalan," katanya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |