Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
18 June 2026 20:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Di balik deretan negara yang ikut dalam Piala Dunia 2026, ada juga cerita besar soal ekonomi, termasuk tumpukan utang yang mereka miliki.
Dari 48 negara yang tampil di Piala Dunia 2026, sejumlah negara besar ternyata juga masuk daftar pemilik utang terbesar. Jika dilihat dari nilai nominalnya, Amerika Serikat (AS) berada di posisi paling atas dengan utang mencapai sekitar US$32,9 triliun pada 2024.
Angka tersebut jauh meninggalkan negara lain. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai utang US$10,9 triliun, disusul Prancis dan Inggris yang masing-masing mencatat utang US$3,4 triliun.
Besarnya utang AS sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Sebagai ekonomi terbesar dunia, kebutuhan belanja negara tersebut juga sangat besar, mulai dari belanja pertahanan, kesehatan, jaminan sosial, hingga pembayaran bunga utang.
Namun, kondisi ini tetap menjadi perhatian karena utang AS sudah berada di level yang sangat jumbo. Artinya, meski ekonominya besar, beban pembiayaan pemerintah juga ikut membengkak.
Berikut daftar 10 negara peserta Piala Dunia 2026 dengan nilai utang terbesar :
negara-negara maju terlihat paling mendominasi. AS, Jepang, Prancis, Inggris, Jerman, dan Kanada masuk daftar atas karena skala ekonominya besar dan pasar keuangannya dalam.
Nilai utang yang besar tidak selalu berarti negara tersebut langsung berada dalam krisis. Negara dengan ekonomi besar biasanya juga punya kemampuan lebih luas untuk menarik pembiayaan, menerbitkan surat utang, dan membayar kewajiban jangka panjang.
Namun, tetap saja, makin besar utang maka makin besar pula beban bunga yang harus dibayar. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, ruang fiskal pemerintah bisa semakin sempit. Uang negara yang seharusnya bisa dipakai untuk pembangunan, subsidi, pendidikan, atau infrastruktur, akhirnya tersedot untuk membayar bunga utang.
Kalau Dilihat dari Rasio ke PDB, Jepang Paling Berat
Menariknya, peta berubah jika utang tidak hanya dilihat dari nilai nominal, tetapi dibandingkan dengan ukuran ekonomi masing-masing negara atau rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dalam ukuran ini, Jepang menjadi negara dengan beban utang paling besar. Rasio utang Jepang mencapai 236,6% terhadap PDB. Artinya, nilai utang pemerintah Jepang sudah lebih dari dua kali lipat ukuran ekonominya dalam setahun.
AS yang secara nominal menjadi pemilik utang terbesar, berada di posisi kedua dalam daftar ini dengan rasio 120,79% terhadap PDB. Rasio ini menunjukkan bahwa utang pemerintah AS juga sudah lebih besar dari nilai ekonomi tahunannya.
Prancis menyusul dengan rasio utang 113,1% terhadap PDB, kemudian Kanada 110,77%, Spanyol 101,82%, dan Inggris 101,29%. Negara-negara tersebut sama-sama memiliki rasio utang di atas 100% PDB.
Rasio utang terhadap PDB penting karena memberi gambaran seberapa berat utang tersebut jika dibandingkan dengan kemampuan ekonomi suatu negara. Sederhananya, nilai utang yang besar belum tentu paling berat jika ekonominya juga sangat besar.
Contohnya, Jerman memiliki utang nominal lebih besar dibanding Argentina dan Korea Selatan. Namun, rasio utang Jerman hanya 63,89% terhadap PDB, lebih rendah dibanding Argentina yang mencapai 82,6%.
Sementara Korea Selatan menjadi negara dengan rasio utang paling rendah dalam daftar ini, yakni 52,49% terhadap PDB. Meski nilai utangnya hampir menyentuh US$1.000 miliar, beban tersebut masih relatif lebih ringan dibanding negara lain dalam daftar 10 besar ini.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google















































