Begini Peta Cuan Emiten Haji Isam: PGUN, JARR hingga FAST

3 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

16 April 2026 11:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki periode pelaporan keuangan, pasar modal menyoroti rilis kinerja finansial dari sejumlah emiten yang terafiliasi dengan jaringan bisnis pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau biasa dikenal dengan Haji Isam.

Portofolio perusahaan publik dalam grup ini mencakup berbagai sektor operasional, mulai dari perkebunan dan pengolahan kelapa sawit (PGUN dan JARR), infrastruktur logistik pertambangan (TEBE), hingga kepemilikan tidak langsung pada jaringan ritel makanan cepat saji (FAST).

Secara umum, laporan keuangan terbaru dari entitas-entitas tersebut menunjukkan dinamika yang beragam, dengan emiten di sektor agribisnis dan logistik mencatatkan stabilitas serta peningkatan laba bersih, sementara emiten di sektor ritel fokus pada restrukturisasi beban operasional.

Berikut adalah rincian kinerja keempat emiten tersebut yang disajikan beserta indikator utamanya.

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

Pada tahun buku 2025, PT Pradiksi Gunatama Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan bersih menjadi Rp792,72 miliar dari posisi Rp738,56 miliar pada tahun sebelumnya.

Peningkatan pendapatan ini disertai dengan penurunan tipis pada beban pokok penjualan menjadi Rp515,41 miliar. Hal ini bermuara pada pencapaian laba usaha sebesar Rp224,41 miliar dan laba bersih tahun berjalan yang meningkat menjadi Rp159,30 miliar.

Laba per saham dasar juga mengalami penyesuaian naik menjadi Rp27,76 per saham dari Rp13,80 per saham. Kinerja laba ini didukung oleh arus kas bersih dari aktivitas operasi yang tercatat menguat ke angka Rp366,57 miliar.

Dari sisi neraca, struktur permodalan perusahaan mengalami perbaikan dengan menurunnya total liabilitas secara signifikan. Penurunan ini utamanya dikontribusikan oleh penyelesaian utang lain-lain jangka panjang kepada pihak berelasi yang turun dari Rp100,36 miliar menjadi sisa Rp2,99 miliar.

Hal ini menekan rasio utang terhadap ekuitas (DER) menjadi 31%. Secara operasional, perusahaan telah merealisasikan program peremajaan tanaman (replanting) seluas 1.617 hektar untuk menjaga stabilitas produksi.

Meskipun demikian, profil risiko perusahaan masih didominasi oleh konsentrasi penjualan, di mana 90,32% dari total pendapatan bersumber dari satu entitas berelasi, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk, yang menyerap produk utama berupa Minyak Kelapa Sawit (MKS) dan Inti Kelapa Sawit (IKS).

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)

Laporan keuangan konsolidasian PT Fast Food Indonesia Tbk untuk periode kuartal III-2025 menunjukkan adanya langkah restrukturisasi beban operasional di tengah stagnasi pendapatan.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,56 triliun, terkoreksi tipis 0,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, perusahaan berhasil menekan rugi bersih sebesar 56,99% menjadi Rp239,58 miliar dibandingkan kerugian Rp557,08 miliar pada kuartal III-2024.

Penurunan defisit ini merupakan hasil dari efisiensi beban pokok pendapatan yang turun 4,99% menjadi Rp1,43 triliun, sehingga perusahaan masih membukukan laba bruto sebesar Rp2,13 triliun.

Selain beban pokok, efisiensi juga diterapkan pada beban penjualan dan distribusi yang dipangkas dari Rp2,09 triliun menjadi Rp1,91 triliun. Sebagai bagian dari upaya menjaga kelangsungan usaha, manajemen mengambil langkah operasional dengan menutup 20 gerai KFC dan melakukan pengurangan 1.041 karyawan.

Catatan manajemen dalam laporan keuangan juga mengindikasikan fokus pada pengelolaan persediaan yang lebih ketat, negosiasi ulang fasilitas kredit, serta dukungan kelanjutan finansial dari pemegang saham utama untuk memastikan perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya di tengah kondisi industri yang menantang.

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025 terbarunya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) membukukan akselerasi kinerja finansial yang sangat prima. Laba bersih perusahaan tercatat melesat 44,19% secara year-on-year menjadi Rp224,00 miliar, dibandingkan dengan pencapaian Rp155,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan profitabilitas operasional ini dikontribusikan oleh peningkatan penjualan bersih yang tumbuh signifikan mencapai Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp2,63 triliun. Peningkatan performa volume niaga ini sukses diimbangi dengan kendali beban pokok yang tetap terukur pada angka Rp2,64 triliun.

Tidak hanya mengkilap secara laba, postur keuangan JARR juga kian solid. Per akhir September 2025, perusahaan berhasil memangkas total liabilitas secara masif menjadi Rp2,11 triliun dari yang sebelumnya berada di posisi Rp2,40 triliun pada tutup buku 2024.

Penurunan beban kewajiban ini secara langsung memperkuat struktur permodalan, di mana total ekuitas perseroan mengembang mantap menjadi Rp1,87 triliun dengan total aset terjaga di ekuilibrium Rp3,99 triliun.

Fundamental pasca-merger yang kini terintegrasi penuh dari lahan ke hilir menjadikan JARR sangat siap menghadapi dinamika logistik Biodiesel (FAME) ke depan.

PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE)

PT Dana Brata Luhur Tbk mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp483,19 miliar sepanjang tahun 2025. Kendati menghadapi penyesuaian pasar yang menekan lini pendapatan utama dari posisi Rp566,67 miliar pada tahun lalu, perusahaan terbukti memiliki resiliensi tinggi dengan mampu mempertahankan stabilitas laba bersihnya di level Rp133,59 miliar.

Mempertahankan margin di tengah kontraksi pendapatan ini adalah bukti terkait kemampuan manajemen mengeksekusi kendali beban pokok yang ketat.

Posisi neraca TEBE pada akhir 2025 juga menunjukkan tingkat likuiditas dan ketahanan modal yang luar biasa sehat. Total aset meningkat pesat menjadi Rp1,29 triliun, yang sebagian besar didorong oleh lonjakan kas menjadi Rp651,56 miliar.

Total liabilitas bahkan menyusut menjadi Rp63,74 miliar, menjadikan struktur modal TEBE nyaris tanpa risiko utang berbunga. Sebagai mesin pertumbuhan masa depan, entitas anak perusahaan kini telah resmi memegang konsesi pengelolaan pelabuhan komersial di Banjarmasin yang menjamin diversifikasi layanan logistik maritim.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |