Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sepanjang tahun 2025 berhasil mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan pendapatan sebesar 6,29% (yoy) menjadi USD 432,73 juta atau sekitar Rp7,35 triliun serta laba bersih tercatat sekitar Rp 2,3 Triliun.
Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy, Yurizki Rio mengatakan 2025 menjadi tahun yang menarik dengan produksi tumbuh 5,6% Menjadi 5.095 Giga Watt-hour (GWh). Pencapaian ini disokong oleh aset terbaru yang mulai beroperasi yakni PLTP Lumut Balai Unit 2 sebesar 55 MW serta tambahan suplai dari PLTP Ulubelu dan PLTP Karaha serta efisiensi dari minimalisasi maintenance rutin.
PGEO pada 2026 ini menargetkan alokasi belanja modal yang lebih berhati-hati menghadapi gejolak ketidakpastian global dengan anggaran sebesar USD 209 Juta dengan USD 158 juta digunakan untuk pengembangan proyek strategis serta sekitar USD 51 juta untuk menjaga keandalan operasi.
Sementara pendanaan diperkuat melalui upaya pendanaan murah lewat kerjasama 4 proyek Geothermal secara G2G lewat Kemenkeu dan Bappenas.
Seperti apa target dan kinerja keuangan PGEO? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Yurizki Rio dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 16/04/2026)
Add
source on Google


















































