Bamsoet Dukung Beasiswa dari UNPERBA untuk Mahasiswa Miskin & Binaan Lapas

2 hours ago 1

Jakarta -

Anggota DPR RI sekaligus pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung penuh langkah rektor Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) yang menginisiasi program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu melalui skema Orang Tua Asuh.

Program tersebut diperuntukkan bagi 59 mahasiswa UNPERBA angkatan 2025/2026 yang tidak mampu dan tidak berhasil memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah.

Program Orang Tua Asuh terbuka bagi siapa saja yang ingin membantu dengan memberikan beasiswa sebesar Rp 30 juta per mahasiswa hingga menyelesaikan studi program sarjana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bamsoet menjelaskan Program Orang Tua Asuh ini juga ditujukan untuk kelas perkuliahan di Lembaga Pemasyarakatan Purwokerto yang bekerja sama dengan UNPERBA. Melalui program ini, sebanyak 25 mahasiswa warga binaan lapas mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi secara formal dan setara dengan mahasiswa di luar lapas. Hal itu diungkapkan oleh Bamsoet saat menerima pengurus UNPERBA di Jakarta, Sabtu hari ini.

Pengurus UNPERBA hadir antara lain Rektor Eming Sudiana, Wakil Rektor Nastain, Ketua Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Kamson, Sekretaris Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Suprapto dan Bendahara Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Anton Hary Nugroho.

"Tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan masa depan hanya karena kendala ekonomi atau persoalan administratif. Pendidikan tinggi harus tetap bisa diakses oleh mereka yang punya kemauan dan potensi. Saat ini sudah ada 29 mahasiswa UNPERBA yang mendapatkan beasiswa Orang Tua Asuh," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (7/2/26).

Bamsoet menjelaskan program Orang Tua Asuh yang digagas UNPERBA mencerminkan keberpihakan nyata terhadap keadilan sosial di sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan mobilitas sosial generasi muda.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa lulusan pendidikan tinggi memiliki peluang pendapatan yang jauh lebih baik dibanding lulusan pendidikan menengah, sekaligus lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

"Beasiswa Orang Tua Asuh ini bukan sekedar bantuan finansial, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pendidikan akan kembali dalam bentuk produktivitas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa," kata Bamsoet.

Bamsoet mengapresiasi upaya pimpinan UNPERBA yang secara konsisten mendorong pendidikan inklusif, baik bagi mahasiswa kurang mampu maupun warga binaan lapas. Dia pun mendorong agar program Orang Tua Asuh dan kelas lapas ini mendapat dukungan lebih luas dari dunia usaha, alumni, dan tokoh masyarakat agar dapat berjalan berkelanjutan.

"Jika semakin banyak kampus dan elemen masyarakat mengambil peran seperti UNPERBA, maka cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar hidup dalam kebijakan dan tindakan nyata," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |