Bahayanya Bikin Ngeri, Luas Lubang Lapisan Ozon Sudah Segini

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Lubang ozon di atas Antartika pada 2025 jadi yang salah satu yang terkecil sejak 1992. Temuan ilmuwan dari NOAA dan NASA menyebutkan rata-rata tahun lalu ukurannya mencapai 18,71 juta kilometer.

"Seperti yang diprediksi, kita melihat ozon cenderung mengecil dibandingkan awal 2000-an. Lubang-lubang itu terbentuk lebih lambat di musim ini dan pecah lebih awal," kata ilmuwan dari Universitas Maryland dan tim penelitian ozon NASA, Paul Newman mengutip laman resmi NOAA.

Sebagai informasi, tahun 1992 adalah saat Protokol Montreal dibuat. Perjanjian internasional itu berisi upaya menghapus bertahap bahan kimia perusak ozon.

Dari hasil pemantauan, para peneliti menyimpulkan pemulihan terjadi karena adanya pengendalian pada senyawa kimia perusak ozon. Kadarnya terus mengalami penurunan sejak puncaknya pada 2000 lalu.

"Lubang ini akan lebih besar dari satu juta mil persegi jika masih banyak klorin seperti 25 tahun lalu," ucap Newman.

Luas terbesarnya terjadi pada 9 September 2025 yakni mencapai 22,86 juta kilometer persegi. Angka itu 30% lebih kecil dari pengamatan 2006 yang mencapai 26,60 juta km persegi.

Sementara pada Oktober 2022 dilaporkan lubang ozon di Amerika Utara telah sampai 26,4 juta km persegi.

Saat itu, ilmuwan atmosfer dari Universitas Leeds Martyn Chipperfield mengungkapkan adanya pendinginan di wilayah tersebut terjadi karena perubahan iklim.

"Fakta stratosfer menunjukan tanda-tanda pendinginan akibat perubahan iklim menjadi perhatian," kata Martyn.

Sementara itu, bahan kimia klorin dan bromin yang tinggi di atmosfer menyebabkan lapisan ozon terkikis. Cuaca dingin membuat awan melepaskan bahan kimia ke bagian tersebut.

Lubang ozon yang membesar sendiri sangat berbahaya untuk manusia. Mulai dari peningkatan kanker kulit, kekurangan makanan, hingga kerusakan pada tanaman.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |