Anak dan Ibu Ditangkap Usai Bobol ATM di Jakbar, Bapak DPO

2 weeks ago 10
Jakarta -

Polisi menangkap H dan ibunya berinisial D atas dugaan pembobolan ATM di minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengatakan para pelaku berupaya membobol ATM menggunakan peralatan las.

"Rencana mereka adalah membobol ATM yang ada di dalam minimarket dengan menggunakan mesin las dan lain sebagainya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi dalam jumpa pers di Mapolres Jakbar, Selasa (1/9/2026).

Nasriadi mengatakan kedua tersangka melakukan kejahatan itu pada pertengahan Februari 2026. Kejahatan itu dilakukan bersama bapak tiri berinisial RH, yang kini berstatus buron.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi satu keluarga ini merencanakan akan membobol ATM salah satu bank di dalam," kata Nasriadi.

H dan D merupakan anak dan ibu kandung. Sedangkan RH, yang masuk daftar pencarian orang (DPO), merupakan bapak tiri H.

Nasriadi menjelaskan para tersangka mencoba membobol ATM dengan cara memotongnya dengan las. Namun aksinya terhenti lantaran kehabisan gas untuk menyalakan mesin las.

"Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen, tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis," ungkapnya.

Setelah gagal membobol ATM, ketiga pelaku yang masih berada di dalam minimarket lalu menjarah rokok.

"Akhirnya, misi mereka gagal dan tidak berhasil menjebol ATM. Karena misinya gagal, maka yang mereka ambil akhirnya adalah rokok," katanya.

Pelaku Pakai Seragam Pegawai Minimarket

Selanjutnya, polisi menemukan salah satu pelaku menggunakan pakaian seragam karyawan minimarket tersebut. Pakaian itu dibeli secara daring dan digunakan untuk mengelabui orang maupun kamera CCTV.

"Sebagai catatan, salah satu pelakunya menggunakan baju yang seakan-akan merupakan seragam karyawan dari swalayan tersebut, tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV," ucapnya.

Polisi menyebut RH yang kini buron merupakan aktor intelektual di balik kejahatan tersebut. Sedangkan ibu memantau di luar.

"Pelaku H bersama RH masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar," jelasnya.

Nasriadi menyebut kejahatan itu dilatarbelakangi faktor ekonomi. Pelaku RH adalah orang membujuk kedua tersangka untuk ikut dalam rencana pencurian tersebut.

"Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah," ucapnya.

Lihat juga Video 'Terciduk CCTV, Pria Coba Bobol ATM di Depok Pakai Obeng':

(tsy/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |