Jakarta -
Polda Banten mengamankan Tubagus Nasrudin alias Abah Entus Jempol, pelaku penipuan dengan modus bisa meloloskan seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). Polda Banten mengingatkan masyarakat bahwa seleksi masuk Polri itu gratis.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyebut, pada Maret 2026, akan digelar proses rekrutmen Tamtama, Bintara, dan Akpol. Ia meminta masyarakat tidak percaya kepada orang yang menjamin kelulusan seleksi.
"Bagi siapa saja masyarakat yang mengetahui atau mendapat iming-iming dari seseorang, baik anggota Polri maupun masyarakat yang mengaku bisa membantu meluluskan seleksi, silakan melapor ke Polri melalui layanan 110," kata Maruli kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombes Maruli meminta masyarakat melaporkan tindakan calo tersebut. Dia berjanji pihaknya akan menindak tegas pelaku penipuan tersebut.
Maruli menjelaskan rekrutmen masuk Polri dilakukan secara gratis dan transparan. "Polri memastikan bahwa prinsip dalam rekrutmen menggunakan prinsip 'Betah', yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Polri memastikan dalam rekrutmen tidak dipungut biaya," ujarnya.
Sebelumnya, Polda Banten menangkap Tubagus Nasrudin alias Abah Entus Jempol terkait penipuan rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol). Abah Entus mengaku bisa meloloskan siswa dalam seleksi Akpol 2025.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten Kombes Dian Setyawan menjelaskan polisi menerima laporan kasus penipuan dan penggelapan rekrutmen calon taruna Akpol.
Menurut Dian, orang tua korban berniat memasukkan anaknya ke Akpol. Kemudian ia berkenalan dengan Abah Jempol, yang mengaku bisa meloloskan seleksi Akpol.
"Mengaku dapat meloloskan rekrutmen Akpol dan meminta Rp 1 miliar. Namun, setelah seleksi berjalan, anak korban tidak lulus," katanya.
Simak juga Video 'Ombudsman Temukan Calo Yayasan 'Bergentayangan' di Program Makan Gratis':
(aik/fas)


















































