Ermanto Usman (65) tewas akibat dibunuh orang tak dikenal di rumahnya kawasan Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Kini polisi telah menangkap pelaku dari pembunuhan keji itu.
Adapun penyerangan terhadap suami istri di Jatibening sempat dilaporkan pada Senin (2/3). Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan istri Ermanto, P (60), mengalami luka-luka.
Kedua korban pertama kali diketahui oleh anak perempuannya. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada dini hari menjelang sahur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamar sang anak diketahui berada di lantai dua rumah. Sedangkan kedua korban berada di lantai bawah.
"Jadi gini, itu ada tadi laporan. Laporan yang melapor itu dari warga langsung ke anaknya korban. Nah itu laporan ke Polsek, jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anaknya," kata Andi, Senin (2/3).
Biasanya, ada asisten rumah tangga (ART) yang tinggal, tapi saat kejadian disebut sedang pulang.
"Kemudian kenapa ini bisa ketahuan? Karena anak korban ini biasa dibangunkan sama ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur," jelasnya.
Dirangkum detikcom,berikut sejumlah fakta pembunuhan Ermanto Usman.
1. Pensiunan JICTErmanto diketahui merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang memiliki rekam jejak panjang sebagai aktivis pekerja pelabuhan. Anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka, mengatakan Ermanto adalah salah satu sosok kunci dalam perjuangan membongkar dugaan korupsi besar di sektor pelabuhan beberapa tahun lalu.
"Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK, begitu, dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah bahkan kalau pakai penilaian future values itu mungkin puluhan triliun kerugian Indonesia, begitu," ujar Rieke di rumah duka Ermanto di Bekasi, Rabu (4/3/2026).
Semasa hidupnya, Ermanto aktif dalam Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) di bawah naungan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI). Rieke menyebut Ermanto adalah rekan seperjuangan yang konsisten mengawal kasus kerugian negara di Pelindo yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Meski sudah tidak lagi bekerja di JICT, dedikasi Ermanto terhadap pemberantasan korupsi tidak luntur. Rieke mengungkap belakangan ini almarhum sedang berupaya membongkar kembali kasus-kasus lama yang dianggap sengaja dihentikan atau 'dipetieskan'.
"Sampai terakhirnya saya yakin Pak Ermanto terus memperjuangkan agar dibukanya kasus yang terindikasi dipetieskan. Kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi dipetieskan," tegas Rieke.
Sekitar satu bulan sebelum tutup usia, Ermanto diketahui sempat tampil di sebuah podcast untuk menyuarakan kembali isu korupsi global bond dan proyek Kalibaru yang merugikan negara.
Kepergian Ermanto menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga. Rieke membeberkan bahwa almarhum seolah sudah merasakan adanya ancaman. Sejak Februari lalu, ia disebut sering meminta maaf kepada keluarga.
"Ada chat yang cukup panjang bahwa bulan Februari kemarin ayahnya minta maaf tolong diikhlaskan apa segala bahwa ya ada indikasi-indikasi, saya nggak tahu ada indikasi-indikasi tapi yang jelas ayahnya pernah berpesan sama anak-anaknya kalau ada apa-apa sama Bapak hubungi Bu Rieke gitu," katanya.
2. Jatanras Polda Tangkap PelakuKasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim membenarkan adanya penangkapan pelaku pembunuhan Ermanto Usman. Namun dia belum mau menjelaskan lebih lanjut.
"Ya. Nanti saja ya, masih dilakukan pendalaman," kata Rahim, Selasa (10/3).
Informasi yang diterima detikcom, penangkapan dilakukan di wilayah Jakarta Utara. Ketika ditanya lebih jauh, AKBP Rohim belum menjelaskan lebih lanjut terkait penangkapan ini.
3. Dipukul Pakai Linggis hingga Tewas
Ermanto Usman bersama istrinya diserang hingga bersimbah darah di kediamannya, wilayah Bekasi. Ermanto dipukul dengan linggis hingga tewas.
"Hasil interogasi awal, pelaku memukul korban dengan linggis dan membuang linggis di tanah kosong depan rumah korban," ujar Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, kepada wartawan, Selasa (10/3).
Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3). Pelaku bisa ditangkap oleh Jatanras Polda Metro Jaya pukul 18.54, Senin (9/3), di Cilincing, Jakarta Utara.
Motif pembunuhan ini masih digali polisi. Pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
4. Barang Milik Korban RaibKasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan sejumlah barang milik korban raib dalam peristiwa tersebut. Barang milik korban yang hilang mulai dari perhiasan hingga kunci mobil.
"Barang yang hilang itu, dari keterangan anak korban, gelang emas yang di tangan korban sama kunci mobil, dua kunci mobil. Selebihnya masih kami lakukan pendataan," kata Andi Senin (2/3).
Saat ditemukan, Ermanto sudah meninggal dunia. Sedangkan istrinya dalam keadaan luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.
"Bapaknya (Ermanto) meninggal dunia di tempat. Ibu lagi dioperasi sampai sekarang, lagi dalam kondisi kritis," jelasnya.
5. Motif Pelaku Didalami
Jatanras Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembunuhan Ermanto Usman (65). Polisi masih mengusut motif pembunuhan tersebut.
"Untuk motif masih sedang kami dalami," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, kepada wartawan, Selasa (10/3).
Pelaku yang diketahui bernama Sudirman alias Yuda ditangkap pukul 18.54 WIB pada Senin (9/3) di Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku membunuh Ermanto menggunakan linggis dan membuang barang bukti tersebut di depan rumah korban.
Saksikan Live DetikPagi:
Tonton juga video "Tommy Schaefer, Napi AS Pembunuh 'Wanita dalam Koper' Dideportasi"
(dwr/rfs)


















































