200.000 Pekerjaan di Bank Punah 4 Tahun Lagi, Siap Ganti Profesi

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Morgan Stanley memperkirakan 200.000 pekerjaan bank bakal hilang dalam 4 tahun ke depan yang bakal menyebabkan PHK besar-besaran.

Dalam laporan yang dikutip oleh Financial Times, menyatakan bank di Eropa bakal makin banyak mengadopsi AI dan agresif menutup kantor-kantor cabang. Sebagai dampaknya, sekitar 200.000 lapangan pekerjaan bakal hilang yang berdampak terhadap 10 persen karyawan di 35 bank terbesar di Eropa.

Pekerjaan yang paling terdampak adalah back-office, manajemen risiko, dan compliance. AI dinilai mampu menggantikan karyawan di divisi-divisi tersebut karena mampu memeriksa data dengan lebih cepat dan efektif dibanding manusia. Bank diperkirakan bisa menghemat 30 persen jika mengganti karyawan dengan AI.

Tren PHK besar-besaran untuk mengganti karyawan dengan AI diprediksi juga bakal terjadi di luar Eropa. Misalnya, Goldman Sach telah memberikan peringatan soal rencana  pengurangan karyawan pada Oktober 2025 dan berhenti menerima karyawan baru hingga akhir 2025 dalam program adopsi AI yang diberi nama OneGS 3.0.

Pesatnya perkembangan teknologi memang berdampak besar bagi dunia kerja, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning).

Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) belum lama ini merilis Laporan Survei Pekerjaan di Masa Depan 2025. Laporan tersebut menggambarkan perubahan di dunia kerja akibat digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan.

Perluasan akses digital diperkirakan menjadi tren, baik yang berkaitan dengan teknologi maupun secara keseluruhan. Laporan menyebut, 60% penyedia lapangan kerja memperkirakan hal ini akan mengubah bisnis mereka pada tahun 2030.

Kemajuan teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan informasi (86%), robotika dan otomatisasi (58%), serta energy generation, storage, dan distribusi energi (41%), juga diperkirakan akan membawa dampak besar.

Tren-tren ini diperkirakan akan berdampak beragam terhadap pekerjaan. Di satu sisi mendorong pertumbuhan tercepat, tapi juga sekaligus membuat profesi tertentu mengalami penurunan.

Laporan ini menyatukan perspektif lebih dari 1.000 pemberi kerja global terkemuka yang secara kolektif mewakili lebih dari 14 juta pekerja di 22 industri dan 55 negara di seluruh dunia untuk mengkaji bagaimana tren makro ini memengaruhi pekerjaan dan keterampilan.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |