20 Bank Sentral Dunia dengan Aset Paling Tajir Melintir, Ada Indonesia

2 hours ago 2

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

02 January 2026 17:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral memainkan peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara sekaligus berperan sebagai lender of last resort (penyedia likuiditas darurat atau pinjaman terakhir) di tengah krisis ekonomi global.

Namun tahukah Anda, ukuran kekuatan bank sentral tidak hanya diukur dari pengaruh kebijakan moneter, tetapi juga jumlah aset yang dikelola?

Data terakhir dari Bank for International Settlements (BIS) menunjukkan daftar bank sentral dengan total aset terbesar di dunia per Triwulan III 2025. Daftar ini menggambarkan perbedaan skala kekuatan ekonomi berdasarkan ukuran jumlah aset, strategi kebijakan moneter, level pelonggaran kuantitatif, serta intervensi mata uang asing.

Pada urutan pertama terdapat bank sentral Euro Area dengan total aset US$ 7,13 triliun, diikuti oleh China (US$6,62 triliun) dan Amerika Serikat (US$6,59 triliun). Tiga bank sentral teratas ini memegang lebih dari setengah jumlah aset bank sentral di seluruh dunia.

Sedangkan Indonesia berada pada urutan ke 18 dengan total aset US$ 272 miliar atau setara dengan Rp 4.56 kuadriliun atau Rp 4.560.000 miliar (1 US$ = Rp 16,770), mengungguli dua bank sentral dalam daftar ini.

Apa itu Aset Bank Sentral?

Aset bank sentral mewakili banyak aset termasuk emas, mata uang asing, obligasi pemerintah, dan pinjaman bagi institusi finansial. Aset tersebut menjadi fondasi bagi operasi moneter bank sentral dan kemampuannya dalam mempengaruhi tingkat suku bunga, inflasi, dan kestabilan mata uang.

Kebangkitan Pasar Berkembang

Meski negara-negara maju masih mendominasi daftar teratas, negara berkembang mulai menunjukkan peningkatan peran. Bank Sentral India tercatat memiliki aset sebesar US$911 miliar, disusul Brasil dengan US$898 miliar. Arab Saudi, dengan aset US$515 miliar, mencerminkan surplus besar yang didorong oleh sektor energi serta pengelolaan dana kekayaan negara dan sistem nilai tukar tetapnya.

Yang menarik ada nama Indonesia dalam 20 daftar. Bank Indonesia memiliki aset sebesar US$292 miliar.

Kekuatan finansial ini berpengaruh pada dinamika kekuatan global yang lebih luas. Sebagai contoh, cadangan bank sentral berperan penting dalam menopang nilai mata uang suatu negara dalam perdagangan internasional. Dengan demikian, negara yang memiliki cadangan besar cenderung memiliki pengaruh lebih besar terhadap perekonomian global.

Meskipun total aset bank sentral bukan indikator langsung kesehatan PDB atau produktivitas ekonomi, besarnya aset mencerminkan kapasitas otoritas moneter dalam menstabilkan pasar dan mengendalikan arah kebijakan moneter.

Negara dengan jumlah aset yang lebih banyak memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola guncangan finansial.

Memasuki era pengetatan moneter global dan dinamika arus modal yang semakin tidak menentu, peta kepemilikan aset bank sentral menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan ekonomi masing-masing negara dalam menghadapi risiko ke depan.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |