Zulhas Ungkap Program Besar Tidak Kalah dari Kopdes Merah Putih

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mematangkan program Kampung Budi Daya Tematik yang ditargetkan menjangkau 40 ribu desa hingga 2029. Program ini disiapkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan protein di tingkat desa, sekaligus mendongkrak ekspor perikanan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, program tersebut merupakan pekerjaan besar yang tidak kalah penting dibanding Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, pembangunan kampung budi daya tematik menjadi salah satu strategi agar desa mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

"Itu pekerjaan sangat besar juga, tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan menyangkut pekerjaan yang sangat mendasar bagaimana desa-desa itu mandiri protein, mandiri pangan, karbohidrat, dan bisa tumbuh ekonominya," kata Zulhas saat ditemui di Kantor KKP usai Rakortas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Zulhas menjelaskan, pelaksanaan program tersebut melibatkan banyak kementerian dan lembaga. Kementerian Dalam Negeri akan berperan mengoordinasikan pemerintah daerah, Kementerian ESDM menyiapkan dukungan kelistrikan, Kementerian Desa membantu penyediaan lahan, serta sejumlah kementerian lainnya sesuai tugas masing-masing.

Ia menegaskan, Kampung Budi Daya Tematik berbeda dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dibangun di kawasan pesisir. Program baru ini justru menyasar desa-desa di wilayah daratan untuk mengembangkan budi daya ikan.

"Bukan [di pantai], ini desa, tiap desa. Di darat, ini di darat lain lagi [dari KNMP]. Darat ya darat, agar kita itu mandiri swasembada ikan, protein, dan kita menjadi kekuatan eksportir terbesar," ujarnya.

Zulhas menilai, pengembangan budi daya ikan secara terintegrasi akan membuka peluang ekspor yang lebih besar. Ia mencontohkan kebutuhan ikan patin di Arab Saudi untuk melayani jemaah haji Indonesia yang mencapai sekitar 200 ribu orang setiap tahun.

"Kita enggak bisa, enggak cukup. Kita mungkin bisa nyembelih [ikan] 10 ton sudah, karena kita enggak ada budi daya. Nah kalau kita punya seperti itu kan tergantung permintaan orang kan, mau ikan apa, kita tinggal siapin bibitnya," tutur Zulhas.

Adapun komoditas ikan yang akan dibudidayakan nantinya akan beragam. Namun, rincian jenis ikan yang masuk dalam program tersebut masih dalam tahap penyusunan.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb. Haeru Rahayu memastikan anggaran program Kampung Budi Daya Tematik telah tersedia sehingga pelaksanaannya dapat segera dimulai. KKP menargetkan pembangunan program tersebut mulai berjalan pada Agustus 2026.

Saat ini, KKP masih melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, kepala desa, Kementerian Desa, serta Kementerian Dalam Negeri untuk mempersiapkan pelaksanaan program di lapangan.

"Sekarang sudah mulai di lapangan, sudah masuk, sudah koordinasi. (Programnya) mulai itu kan artinya dimulai dari koordinasi sampai terlaksana," kata Haeru.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |