Why Mr Xi? China Larang Penerbangan Sipil 40 Hari di Wilayah Udaranya

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - China telah melarang penerbangan sipil selama 40 hari dari wilayah udara luas di lepas pantai Shanghai. Pemberitahuan resmi diberikan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Kamis.

Sebenarnya pemberitahuan penerbangan (NOTAM) yang mengumumkan pembatasan akses tersebut telah diposting secara online pada 27 Maret dan mulai berlaku beberapa jam kemudian. Larangan ini akan tetap berlaku hingga 6 Mei dan memengaruhi area seluas dua kali ukuran Taiwan beberapa ratus kilometer di utara pulau tersebut, meliputi total 73.000 kilometer persegi.

Sayangnya China tak menyebutkan alasannya. Hingga laporan diturunkan, China belum memberikan penjelasan apa pun mengenai larangan tersebut.

"Hingga 8 April, China belum memberikan penjelasan apa pun mengenai larangan tersebut, tetapi tidak ada kemungkinan penggunaan selain militer untuk jenis pembatasan wilayah udara ini," kata pakar keamanan maritim Benjamin Blandin kepada AFP, Jumat (10/4/2026).

"Bisa jadi untuk menembakkan rudal, melakukan latihan udara, dan lain-lain. Kita tidak tahu," tambahnya.

Konsultan penerbangan dan pertahanan untuk Aviation NXT, Xavier Tytelman, juga percaya bahwa pembatasan tersebut "tidak biasa". Baik dalam hal ukuran, durasi, dan tidak adanya batasan ketinggian, baik tinggi maupun rendah.

Biasanya, NOTAM dimaksudkan untuk memberi tahu penerbang tentang keadaan luar biasa yang memengaruhi wilayah udara tertentu. Pada umumnya dikeluarkan sebelum latihan militer atau selama peristiwa luar biasa seperti kebakaran atau letusan gunung berapi.


"Dalam kasus khusus ini, artinya pemerintah mencadangkan zona untuk dirinya sendiri," kata Tytelman.

Sementara itu, pembatasan akses berlaku untuk penerbangan sipil tetapi tidak selalu untuk pesawat militer, helikopter, atau drone. Larangan tersebut mencakup dua zona di atas Laut Kuning, antara China dan Korea Selatan (Korsel) serta tiga zona lainnya yang membentang di Laut Kuning dan Laut Cina Timur, antara China dan negara tetangganya, Jepang.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |