Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkap sejumlah poin penting hasil pertemuan para pelaku energi global dalam konferensi CERAweek di Houston, Texas, Amerika Serikat.
Di tengah dinamika geopolitik global, ia menilai forum tersebut menghasilkan berbagai wawasan strategis bagi Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
"Indonesia punya potensi luar biasa, dari kekayaan alam sampai energi terbarukan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ini bukan lagi soal punya atau tidak tapi siap atau tidak kita mengambil peran," tulis Stella dikutip dari akun instagram pribadinya, Kamis (9/4/2026).
Dalam unggahannya, salah satu hal yang disorot adalah potensi energi panas bumi atau geothermal RI yang disebut sebagai terbesar kedua di dunia. Adapun, dengan menggunakan teknologi saat ini, potensi geothermal tercatat sekitar 29 GW atau setara 73% dari total kapasitas listrik nasional.
"Tapi menurut penelitian terbaru dengan teknologi mutakhir listrik geothermal Indonesia bisa mencapai 2,160 GW = 54 PLN," katanya.
Di sisi lain, geothermal merupakan sumber energi bersih yang stabil dan tidak bergantung pada kondisi cuaca. Sehingga membuat sumber energi ini berpotensi menjadi backbone energi RI.
Selain itu, Stella juga menyoroti naiknya permintaan terhadap mineral kritis, terutama tembaga. Kebutuhan ini didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi AI dan data center yang memerlukan pasokan listrik besar.
"Data Centers membutuhkan listrik yang sangat banyak dan tembaga adalah penghantar listrik terbarik. Indonesia punya tembaga? Tentu saja!," ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti perkembangan teknologi penangkapan karbon, khususnya di laut. Berdasarkan riset terbaru, laut mampu menyerap hingga 24 juta ton karbon dioksida (CO2) per hari.
Dalam pertemuan itu, Stella juga mengungkap adanya peluang kerja sama dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA) melalui program NASA-Indonesia STEM Challenge.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


















































