Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menekankan pentingnya pemenuhan layanan publik yang lebih inklusif. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penyandang disabilitas di masa datang.
"Langkah-langkah antisipatif sangat diperlukan dalam upaya meghadirkan layanan publik di sektor kesehatan, transportasi, dan sarana umum lainnya yang lebih inklusif, menghadapi peningkatan jumlah penyandang disabilitas yang diperkirakan meningkat," kata Rerie, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Agustus 2025 mencatat sekitar 15,2 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan lebih dari 1 juta anak usia 5-17 tahun hidup dengan disabilitas, dengan proporsi terbesar pada disabilitas intelektual dan mental.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mencatat usia harapan hidup orang Indonesia saat ini mencapai 73-74 tahun, tetapi usia harapan hidup sehat masih terpaut sekitar 11-12 tahun di bawah angka harapan hidup.
Artinya, cukup banyak masyarakat yang menjalani masa lanjut usia dalam kondisi kesehatan yang menurun yang berpotensi mengalami disabilitas.
"Sejumlah catatan tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak terkait untuk menyiapkan sejumlah langkah nyata untuk mempersiapkan layanan publik yang mampu diakses para penyandang disabilitas," jelas Rerie.
Rerie berpendapat upaya penyiapan layanan publik yang lebih inklusif di Tanah Air itu melibatkan banyak pihak, sehingga membangun kolaborasi yang kuat sejak dini antarpihak terkait sangat penting.
Sebagai contoh, kata Rerie, berdasarkan catatan Kemenkes, hingga 2025, lebih dari 10.300 Puskesmas yang tersebar di Indonesia hanya sekitar 4,4% yang ramah disabilitas.
Rerie berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah memiliki kepedulian yang sama dalam upaya memberikan layanan publik yang mudah diakses setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas.
"Saya mendorong agar layanan publik yang lebih inklusif dapat segera diwujudkan, sehingga setiap anak bangsa mendapatkan layanan publik yang berkualitas, demi terwujudnya generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan," pungkasnya.
Tonton juga video "Waka MPR Eddy Soeparno soal Pramono di Retret Magelang: Kesejukan Politik"
(akd/ega)

















































