Waka Komisi IV DPR Minta KKP Beri Bantuan ke Nelayan, Singgung Pendapatan VMS

2 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan hadiah lebaran pada nelayan kecil terkait kebijakan Vessel Monitoring System (VMS). Usulan itu disampaikan terkait pendapatan KKP dari kebijakan VMS.

Hal itu disampaikan Alex saat rapat kerja Komisi IV DPR dengan mitra kerja dengan agenda pengamanan harga dan persiapan stok bahan pangan menjelang Ramadhan 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Heriadi atau Titiek Soeharto. Sementara perwakilan pemerintah dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf, dan Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani beserta jajaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Output dari kebijakan VMS ini adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ayo kita kembalikan sebagian PNBP yang telah berhasil diperoleh di tahun 2025 lalu, untuk bantuan VMS bagi nelayan kecil kita," kata Alex dalam rapat.

Adapun VMS adalah sistem pemantauan kapal perikanan berbasis satelit yang wajib dipasang pada kapal berizin pusat (biasanya di atas 30 GT atau eks-daerah yang bermigrasi). Kegunaannya, untuk melacak posisi dan aktivitas secara real-time.

VMS bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan (fitur alarm), efisiensi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan berkelanjutan. Hingga April 2025 lalu, sekitar 8.893 kapal telah terpasang VMS dari total 13.313 unit kapal yang mengantongi izin dari pemerintah pusat.

Alex juga mengapresiasi Menteri KKP yang telah menjamin akan ada percepatan pemberian izin bagi pengusaha perikanan yang akan memasang VMS.

"Dengan semakin banyaknya nelayan yang menggunakan VMS, tentunya akan menambah potensi pemasukan negara dari sektor ikan tangkap," ungkap Alex yang juga ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Dalam rapat, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memperkirakan, produksi ikan nasional untuk periode Januari hingga Maret 2026, mencapai 3,57 juta ton.

Angka tersebut terdiri dari kontribusi produksi ikan budidaya sebesar 2,05 juta ton yang mengandalkan optimalisasi masa panen serta produksi ikan tangkap sebesar 1,52 juta ton, dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca dan musim penangkapan.

(fca/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |