Video: Ini Syarat Wajib Agar Rupiah Bisa Menguat ke Rp 17.000/USD

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah ketidakpastian yang membayangi pasar keuangan global, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan hingga 5,50% pada awal Juni 2026 sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat daya tarik pasar domestic.

SEVP Head of Treasury Sales and Distribution CIMB Niaga, Hernaman Tandianto menilai kebijakan suku bunga RI di RDG mingguan direspons positif oleh pasar hingga mampu membawa Rupiah Kembali ke Bawah level Rp 18.000 per Dolar AS.

Meski demikian, pergerakan nilai Rupiah juga tidak lepas dari sentimen global terkait perang Iran Vs AS hingga sentiment terhadap keyakinan pasar terhadap arah kebijakan fiscal pemerintah. Hernaman memandang level Rp 17.700 sebagai level support Rupiah dan apabila Rupiah mampu menembus ke Bawah Rp 17.600 maka pelaung Rupiah Kembali ke Rp 17.000 per USD makin besar.

Seperti apa pasar melihat arah pasar keuangan RI sambut kebijakan bank sentral hingga ketidakpastian perang? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan SEVP Head of Treasury Sales and Distribution CIMB Niaga, Hernaman Tandianto dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 18/06/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |