Veloz Hybrid Buatan RI Ternyata Juga Diekspor, Ini Dia Mobilnya

11 hours ago 3

Jakarta CNBC Indonesia - Toyota baru merilis kendaraan Hybrid barunya yakni Veloz Hybrid. Toyota mengungkapkan bahwa produksi Veloz Hybrid di Indonesia melibatkan kemampuan manufaktur dalam negeri yang semakin matang.

Model elektrifikasi ini dirakit oleh tenaga lokal, namun tetap mengikuti standar global yang menjadi acuan ekspor. Hal itu ditegaskan oleh, saat menjelaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok Toyota.

"Ini hasil kolaborasi lokal dan global, karena produk tidak hanya dalam negeri tapi ekspor," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam kepada CNBC Indonesia Minggu (30/11/2025).

Proses produksi kendaraan Toyota, termasuk Veloz Hybrid, tidak bisa dipandang sebagai kerja terpisah antar unit. Seluruh proses dilakukan secara terpadu dan berjenjang, sehingga kualitas yang dihasilkan dapat memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kesiapan industri otomotif nasional bukan hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga koordinasi internal yang kuat.

Toyota Veloz Hybrid. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: Toyota Veloz Hybrid. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Toyota Veloz Hybrid. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

"Ngga bisa disegregasi seperti itu karena kita bekerja team dan juga berjenjang," kata Bob.

TMMIN menargetkan seluruh model yang dibuat di Indonesia memiliki peluang ekspor. Ia menyebut strategi ini penting agar Indonesia dapat terus memperkuat posisinya sebagai basis produksi regional, terutama untuk kendaraan elektrifikasi. Namun demikian, ekspansi ke lebih banyak negara masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.

"Ya, itu sedang kami upayakan. Semua model yang diproduksi di dalam negeri memang kami dorong untuk bisa diekspor," ujar Bob.

Salah satu kendala utama adalah perbedaan spesifikasi setir antara pasar Indonesia dan banyak negara tujuan ekspor. Karena produksi lokal mengusung setir kanan, sementara mayoritas negara tujuan menggunakan setir kiri, TMMIN perlu menyiapkan pengembangan model khusus, proses tersebut sudah masuk dalam rencana jangka pendek perusahaan.

"Hanya saja, unit yang kami buat saat ini menggunakan setir kanan, sementara banyak negara tujuan ekspor memakai setir kiri. Karena itu, ke depannya akan ada tahap pengembangan khusus untuk menyiapkan versi setir kiri," ujar Bob.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |