Jakarta -
Pengadaan mobil dinas di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Setelah pembelian kendaraan dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud senilai Rp 8,5 miliar menuai perhatian, ternyata pimpinan DPRD Kaltim juga menganggarkan mobil dinas sekitar Rp 6,8 miliar.
Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas'ud, yang juga merupakan kakak dari Rudy Mas'ud, buka suara terkait kebijakan tersebut. Dia mengatakan kendaraan dinas yang digunakan saat ini rata-rata sudah berusia 5 hingga 10 tahun.
"Mobil yang lama itu banyak yang sudah tua, sering masuk bengkel, bahkan mogok saat perjalanan dinas. Secara jangka panjang lebih efisien diganti daripada terus diperbaiki," ujarnya dilansir detikKalimantan, Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan pengadaan tersebut telah melalui proses ketat dan diklaim untuk efisiensi jangka panjang. Menurutnya, rencana pembelian kendaraan itu sudah dibahas di tingkat komisi hingga Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Semua harus mengikuti pedoman standar satuan harga, analisa standar belanja, masuk e-katalog, dan diawasi inspektorat. Jadi tidak bisa sembarangan," kata Hasan.
Hasanuddin menegaskan pengadaan kendaraan bukan untuk kepentingan pribadi pimpinan. Namun, dia menekankan jika kendaraan untuk menunjang operasional alat kelengkapan dewan (AKD).
"Itu buat AKD itu bukan buat pimpinan saja, ada untuk komisi, ada untuk badan, pimpinan empat orang, belum lagi nanti ada sekretariat, ya belum lagi ada fraksi. Nah, itu bukan kita buat satu orang. Jadi itu untuk seluruh AKD," jelasnya.
Baca selengkapnya di sini.
Tonton juga video "Viral Pejabat Tuban Diduga Ganti Pelat Mobil Dinas Demi Isi Pertalite"
(amw/idh)


















































