Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi perang di Timur Tengah terus menunjukkan intensitas yang semakin tinggi dalam beberapa hari terakhir. Rangkaian serangan militer, saling ancam antarnegara, hingga keterlibatan kelompok milisi memperlihatkan konflik kian meluas dan kompleks.
Di sisi lain, ketegangan ini juga mulai mengguncang pasar global. Hal ini terlihat dari lonjakan tajam harga minyak dunia akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi, terutama dari kawasan strategis seperti Selat Hormuz.
Berikut update terbaru terkait situasi di Iran, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia pada Kamis (2/4/2026).
China blak-blakan sebut penyebab perang
China menuding operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai pemicu utama terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Akar penyebab gangguan navigasi melalui Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik secara mendasar. "Pihak-pihak terkait harus segera menghentikan operasi militer," katanya.
Harga minyak melonjak
Ketegangan geopolitik mendorong lonjakan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent naik hampir 7% ke level US$108,15 per barel atau sekitar Rp1,73 juta. Sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 6% ke US$106,75 atau sekitar Rp1,71 juta per barel.
Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasar atas terganggunya pasokan global, terutama akibat potensi penutupan Selat Hormuz.
AS peringatkan ancaman di Irak
Kedutaan Besar AS memperingatkan potensi serangan dari milisi pro-Iran di Irak dalam waktu dekat.
"Kelompok milisi teroris Irak yang bersekutu dengan Iran mungkin bermaksud melakukan serangan di pusat Baghdad dalam 24-48 jam ke depan," demikian pernyataan resmi kedutaan, seraya mendesak warga negaranya segera meninggalkan Irak.
Iran ancam serangan balasan
Militer Iran bersumpah akan melancarkan serangan besar terhadap AS dan Israel menyusul ancaman Presiden Donald Trump.
"Perang ini akan berlanjut hingga penghinaan, aib, penyesalan permanen, dan penyerahan diri Anda," demikian pernyataan Komando Operasional Khatam Al-Anbiya yang disiarkan televisi pemerintah Iran.
Hizbullah klaim serangan ke Israel
Kelompok Hizbullah di Lebanon mengaku telah meluncurkan drone dan roket ke wilayah utara Israel, menargetkan pasukan militer dan sebuah desa.
Militer Israel menyatakan sirene serangan udara sempat diaktifkan di wilayah perbatasan, namun tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan.
Israel dihujani rudal
Israel menyebut Iran kembali meluncurkan gelombang serangan rudal, termasuk setelah pidato Trump terkait konflik tersebut.
Polisi melaporkan beberapa titik dampak di wilayah Israel tengah, sementara media setempat menyebut empat orang mengalami luka ringan.
Australia soroti ketidakjelasan akhir perang
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai tujuan awal operasi militer di Iran telah tercapai, namun arah selanjutnya belum jelas.
"Sekarang tujuan-tujuan itu telah terwujud, tidak jelas apa lagi yang perlu dicapai atau seperti apa titik akhirnya," ujarnya dalam pidato di Canberra.
Trump janji serangan lanjutan
Dalam pidatonya dari Gedung Putih, Trump menyatakan AS hampir meraih kemenangan dan akan melanjutkan serangan dalam beberapa pekan ke depan.
"Kita akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan sangat cepat. Kita sudah sangat dekat," katanya.
UEA tangkal ancaman rudal
Uni Emirat Arab melaporkan sistem pertahanan udaranya telah merespons ancaman rudal dan drone di wilayahnya.
Sejak konflik memanas, negara-negara Teluk termasuk UEA menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Iran tolak tuntutan AS
Iran menegaskan bahwa tuntutan Washington tidak masuk akal dan membantah adanya negosiasi langsung terkait gencatan senjata.
"Pesan telah diterima melalui perantara, termasuk Pakistan, tetapi tidak ada negosiasi langsung dengan AS," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































