UNIFIL: Serangan ke Penjaga Perdamaian Dapat Dianggap Kejahatan Perang

8 hours ago 5
Jakarta -

Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) menyelidiki serangan yang menewaskan anggota TNI di Lebanon selatan. UNIFIL menyampaikan dukacita terdalam atas insiden itu.

"Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan," kata UNIFIL dalam pernyataannya di channel Telegram UNIFIL_Lebanon, Senin (30/3/2026).

UNIFIL menyatakan ada ledakan proyektil di markas mereka di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3). Serangan itu juga menyebabkan 3 orang lain terluka di mana salah satunya mengalami kritis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian," katanya.

UNIFIL kembali menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya. Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius.

UNIFIL menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian. UNIFIL mendesak pihak Israel dan Hizbullah mengakhiri saling serang.

"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang," tegas UNIFIL.

"Terlalu banyak nyawa telah melayang di kedua sisi Garis Biru dalam konflik ini. Tidak ada solusi militer. Kekerasan harus diakhiri," imbuhnya.

RI Kutuk Keras Serangan Israel

Seorang anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) tewas akibat serangan di Lebanon. Indonesia mengecam serangan tersebut.

"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3).

Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. RI menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.

"Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.

(jbr/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |