Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden AS Donald Trump kembali membuat satu dunia bergejolak. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (1/4) waktu setempat, Trump secara tegas bersumpah akan makin agresif melancarkan serangan ke Iran selama 2-3 pekan ke depan.
Bahkan, Trump secara gamblang mengancam akan mengembalikan Iran ke Zaman Batu. Ancaman Trump ini direspons lebih keras oleh Iran. Negara tersebut menegaskan tak akan menyerah, bahkan langsung memborbardir Israel dengan rudal.
Ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran membuat satu dunia waswas akan dampaknya ke harga minyak yang kian melonjak. Pasalnya, perang berkelanjutan berarti tak ada harapan Selat Hormuz bisa beroperasi normal dalam waktu dekat.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Jalur itu biasanya dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, tetapi sekarang tertutup gara-gara perang.
Puluhan negara mencari cara untuk memulai kembali pengiriman energi vital melalui Selat Hormuz pada Kamis (2/4) waktu setempat.
Meskipun telah kehilangan sejumlah pemimpinnya, Iran tetap menunjukkan sikap menantang dan mengatakan sedang menyusun protokol dengan Oman tentang pemantauan kapal di Selat Hormuz.
"Kami sedang mengembangkan protokol bagi Iran dan Oman untuk memantau lalu lintas dan navigasi melalui Selat Hormuz," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menurut kantor berita resmi IRNA.
"Tentu saja, persyaratan ini tidak berarti pembatasan, melainkan untuk memfasilitasi dan memastikan jalur aman, serta menyediakan layanan yang lebih baik kepada kapal-kapal yang melewati jalur ini," ia menambahkan.
Dalam pidatonya, Trump mengisyaratkan bahwa perang dapat meningkat jika Iran tidak menyerah pada persyaratan Washington selama negosiasi, dengan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi dan minyak Iran.
Trump mengatakan kepada negara-negara yang bergantung pada pengiriman bahan bakar melalui Selat Hormuz untuk "segera mengambilnya".
Namun, negara-negara Eropa dan negara-negara lain mengatakan mereka hanya akan membantu mengamankan selat tersebut jika ada gencatan senjata.
Inggris memimpin pertemuan virtual sekitar 40 negara untuk menjajaki cara-cara memulihkan kebebasan navigasi, dengan mengatakan fokusnya adalah pada alat-alat diplomatik dan ekonomi.
"Hal itu hanya dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan Iran," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Ribuan orang telah tewas di seluruh Timur Tengah sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel memulai serangan udara terhadap Iran, yang memicu serangan Iran terhadap Israel, pangkalan AS, dan negara-negara Teluk, sekaligus membuka front baru di Lebanon.
Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah menargetkan fasilitas baja dan aluminium yang terkait dengan AS di negara-negara Teluk dan akan meningkatkan serangan tersebut jika industri Iran diserang lagi.
Rusia mengatakan akan meminta AS dan Israel untuk menghentikan tembakan agar stafnya dapat meninggalkan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran.
Israel, yang menembak jatuh sebagian besar rudal Iran, melaporkan adanya serangan baru pada Kamis (2/4). Arab Saudi mengatakan telah mencegat empat drone dan Abu Dhabi mengatakan telah mencegat sebuah rudal, dengan kerusakan kecil di dekat zona ekonomi.
Kedutaan Besar AS di Baghdad mendesak warganya untuk meninggalkan Irak, memperingatkan akan adanya serangan di ibu kota oleh milisi sekutu Iran dalam 24 hingga 48 jam ke depan.
Kekurangan bahan bakar telah menyebabkan tekanan ekonomi di seluruh Asia dan diperkirakan akan segera berdampak di Eropa. Selain itu, sebuah laporan oleh dua badan PBB memperingatkan bahwa perlambatan ekonomi yang tajam dapat memicu krisis biaya hidup di Afrika.
Harga minyak mentah Brent acuan melonjak sekitar 7% menjadi sekitar US$108 per barel, imbal hasil obligasi AS melonjak, dan pasar ekuitas global kehilangan keuntungan.
"Pertanyaan kunci di benak semua investor adalah 'Kapan ini akan berakhir?'" kata Russel Chesler, Kepala Investasi dan Pasar Modal di VanEck Australia.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































