Timteng Memanas Usai Iran Diserang AS-Israel, WNI di Riyadh Diminta Waspada

7 hours ago 2

Jakarta -

KBRI di Riyadh mengeluarkan pengumuman terbaru menyusul kondisi memanas di Timur Tengah (Timteng) usai Iran diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Warga negara Indonesia (WNI) di Riyadh, Arab Saudi, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Tetap tenang dan tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing," tulis akun Instagram KBRI Riyadh, seperti dilihat, Sabtu (28/2/2026).

KBRI Riyadh juga meminta WNI untuk melakukan lapor diri ke KBRI Riyadh. Para WNI diimbau bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban WNI di wilayah masing-masing, untuk memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi penting dari KBRI Riyadh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor, iqama, dan dokumen identitas lainnya dalam bentuk fisik dan digital yang mudah diakses jika diperlukan sewaktu-waktu," tulis KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh juga mengimbau para WNI untuk menunda perjalanan ke negara yang berpotensi terdampak dari konflik Iran dan AS-Israel.

"Menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan. Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, agar segera menghubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terkini terkait jadwal dan status penerbangan," tulis KBRI Riyadh.

"Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor Whatsapp +966 569173990," sambungnya.

AS dan Israel telah melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Serangan itu diklaim itu menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Pernyataan video terpisah telah dirilis oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, yang juga mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran.

Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan. Militer berjanji untuk membalas dan melancarkan serangan balasan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.

Rentetan ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran.

(ygs/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |