Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) menggelar pertemuan untuk membahas indeks persepsi korupsi Indonesia yang mengalami penurunan. Nantinya, Timnas PK akan bertemu dengan Transparency International Indonesia (TII) membahas penurunan skor tersebut.
Timnas PK dibentuk untuk melaksanakan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Tim ini terdiri atas sejumlah kementerian dan lembaga, seperti KPK, KemenPAN-RB, Kemendagri, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), hingga Bappenas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya kita akan melakukan mitigasi risiko dan berdiskusi dengan Transparansi Internasional untuk ke depannya dapat meningkatkan skor Corruption Perception Index di Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono di gedung KemenPAN-RB, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Agus mengatakan skor IPK yang turun jadi perhatian tersendiri oleh Timnas PK. Pertemuan nantinya akan dilakukan dengan harapan ada perbaikan dalam skor IPK Indonesia.
"Sehingga di mata dunia kita menempati posisi yang lebih baik dalam konteks Corruption Perception Index. Saya rasa itu saja yang dapat kita laporkan," sebutnya.
Sebagai informasi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2025 berada di angka 34. Ada penurunan tiga poin dibanding pada 2024.
"Skor CPI di Indonesia tahun ini ada di angka 34. Kemudian, peringkatnya dibandingkan 180 negara lainnya ada di 109," kata Manajer Program Transparency International Indonesia (TII), Ferdian Yazid, kepada wartawan, Selasa (10/2).
Skor IPK antarnegara ASEAN:
Singapura (Rank 3, skor 84)
Malaysia (Rank 52, skor 52)
Timor Leste (Rank 53, skor 44)
Vietnam (Rank 81, skor 41)
Indonesia (Rank 109, skor 34)
Laos (Rank 109, skor 34)
Thailand (Rank 116, skor 33)
Filipina (Rank 120, skor 32)
Kamboja (Rank 163, skor 20)
Myanmar (Rank 169, skor 16)
Tonton juga video "Modus Korupsi Manipulasi Ekspor CPO yang Bikin Negara Rugi Rp 14 T"
(ial/isa)

















































