Jakarta -
Menteri Kebudayaan RI (Menbud) Fadli Zon menerima kunjungan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon Luqman Zulkaedin, di kantor Kemenbud, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Sultan Sepuh XV menyampaikan kondisi Keraton Kasepuhan Cirebon serta harapan revitalisasi.
Sultan Sepuh XV menjelaskan Keraton Kasepuhan berusia sekitar 600 tahun dan didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Kesultanan Cirebon, yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Pajajaran, masih bertahan hingga sekarang dengan usia sekitar 600 tahun.
Usia Kesultanan Cirebon lebih tua dibandingkan Keraton Yogyakarta dan Surakarta, sehingga hal ini menjadi kebanggaan bahwa di Indonesia masih terdapat kerajaan Islam yang sangat tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keraton Kasepuhan memiliki luas sekitar 25 hektare dan dikelilingi tembok bata yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan, seperti Siti Inggil, gapura candi bentar, serta bangunan lainnya.
Sultan Sepuh XV menyampaikan kondisi fisik keraton saat ini memerlukan penanganan khusus. Ia berharap agar keraton dapat terus diperhatikan oleh pemerintah.
Sultan Sepuh XV juga menyampaikan keraton tidak lagi memiliki kekuasaan politik seperti dahulu sehingga sangat membutuhkan perhatian pemerintah agar dapat terus lestari. Ia berharap revitalisasi keraton dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kami berharap dengan adanya perbaikan dan revitalisasi beberapa bangunan, kunjungan wisatawan ke keraton Cirebon dapat meningkat," ujar Sultan Sepuh XV, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Menanggapi, Menbud Fadli Zon menyampaikan upaya pemerintah untuk mendukung revitalisasi Keraton Kasepuhan. Menurut Fadli, keraton merupakan ujung tombak peradaban budaya.
Fadli juga menegaskan revitalisasi memerlukan kesiapan internal keraton dan menekankan pentingnya percepatan revitalisasi dengan memanfaatkan dokumen perencanaan yang sudah ada. Ia menegaskan revitalisasi keraton merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya nasional. Tujuan revitalisasi sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga kelestarian keraton di Indonesia.
Fadli menyampaikan harapannya agar revitalisasi Keraton Kasepuhan dapat memperkuat peran keraton sebagai pusat budaya. Upaya pelestarian ini tidak hanya bertujuan menjaga bangunan fisik semata, tetapi juga merawat nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui penataan yang terencana dan kolaborasi berbagai pihak, Keraton Kasepuhan diharapkan mampu menjadi ruang edukasi, destinasi wisata budaya, sekaligus simbol identitas masyarakat Cirebon yang tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Sebagai informasi, dalam kegiatan ini, Fadli turut didampingi oleh Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga Ismunandar; Staf Khusus (Stafsus) Menbud Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual BRA Putri Woelan Sari Dewi; Stafsus Menbud Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis; Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi; serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana.
Simak juga Video 'Keraton Solo Kembali Memanas Usai SK Menbud Fadli Zon':
(akn/ega)


















































