Terima Kasih Purbaya, Selamat Bertugas Menkeu Suahasil Nazara

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto kembali bongkar pasang pembantunya di Kabinet Merah Putih, yang bertugas sebagai bendahara negara alias menteri keuangan.

Setelah sebelumnya pada 8 September 2025 ia mencopot Sri Mulyani Indrawati dari jabatan itu, kini Purbaya Yudhi Sadewa yang terkena reshuffle, dan diganti dengan Suahasil Nazara, kemarin, 14 September 2026.

Dengan begitu, Purbaya genap satu tahun menjabat sebagai menteri keuangan di bawah masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selama bertugas sebagai pengelola fiskal, Purbaya telah kehilangan berat badan cukup drastis, dari semula 102 kg saat masih menjabat sebagai Ketua LPS, menjadi 88 kg, sebelum akhirnya pulih ke kisaran 97-98 kg.

"Berarti kerjanya memang berat," kata Purbaya saat berbincang dengan wartawan tepat setahun ia menjabat, Selasa (8/9/2026), di kawasan Jakarta Utara.

Sejak menjabat, Purbaya memang memiliki target bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia, hingga tumbuh sesuai mimpi kepala negara, yakni 8%. Namun, ia menegaskan, target itu harus dikejar secara realistis dan bertahap dengan terlebih dahulu bergerak ke level 6% pada 2026.

Maka, tak heran ia getol mengeluarkan kebijakan mengguyur likuiditas ke sistem keuangan, sebagai stimulus penggerak aktivitas ekonomi. Purbaya pun selalu menggunakan indikator pertumbuhan uang primer (base money) atau M0 dalam melihat geliat aktivitas ekonomi.

"Base money, M0, atau primary money, selama ini cukup baik untuk menggambarkan keadaan likuiditas di sistem keuangan seluruhnya. Akhir Juli 2026 sudah capai 18,3% tuh pertumbuhan base money-nya," tutur Purbaya.

Selang empat hari menjabat, Purbaya menetapkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 yang menempatkan dana Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), lalu terus berlanjut hingga tahun ini.

Purbaya juga menahan berbagai kebijakan fiskal yang berpotensi menekan daya beli masyarakat, seperti kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau rokok, pengenaan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), hingga pungutan pajak penghasilan (PPh) digital pedagang online di e-commerce.

"Jadi selama setahun ini, saya tidak pernah menaikkan tarif pajak, pajak baru juga enggak ada, karena filosofi kita selama ini, atas petunjuk Pak Presiden adalah, tak ada gunanya kita buat susah masyarakat, kalau ekonominya belum terlalu kuat," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD beberapa jam sebelum ia terkena reshuffle.

Melalui berbagai kebijakan itu, Purbaya patut diakui mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, berdasarkan pencatatan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada kuartal IV-2025, laju pertumbuhan ekonomi mampu ke level 5,39% yoy, lalu bergerak ke level kuartal I-2026 ke kisaran 5,61%, sebelum akhirnya melorot ke level 5,29% pada kuartal II-2026 yang menurut Purbaya disebabkan efek memburuknya ketidakpastian perekonomian global.

Laju pertumbuhan itu merupakan pembalikan arah dari periode sebelum Purbaya menjabat. Sebab, pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 4,87% yoy, kuartal II-2025 tumbuh 5,12%, dan kuarta III-2025 hanya 5,04% yoy.

Kini, Suahasil yang menahkodai otoritas fiskal. Seusai dilantik Prabowo, ia mengungkap fokus utamanya ialah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

Suahasil mengatakan penunjukan dirinya merupakan bentuk kepercayaan Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan tugas sebagai Menteri Keuangan hingga akhir masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029.

Suahasil mengungkap dirinya baru menerima informasi mengenai penunjukan tersebut pada Senin pagi. Dia kemudian diminta bersiap untuk mengikuti pelantikan pada sore harinya.

"Saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini, seperti itu," ujarnya.

Dia menuturkan, tidak ada komunikasi atau pembicaraan sebelumnya terkait rencana pelantikan tersebut. Suahasil menyebut dirinya kemudian ditelepon oleh pihak Istana dan menghadap langsung kepada Presiden.

"Ditelepon oleh Istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden," kata Suahasil.

Suahasil mengatakan arahan utama Presiden kepadanya adalah menjaga keuangan negara, terutama kesehatan dan kredibilitas APBN. Menurutnya, APBN harus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah sekaligus berperan dalam mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujarnya.

"Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," tegas Suahasil.

Suahasil menegaskan dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang selama ini telah dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Dia juga memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisit akan tetap di bawah 3%," tegasnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |