Temui Pangeran Arab, Xi Jinping Beri Pesan Penting soal Perang Timteng

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah eskalasi konflik dan ketegangan ekonomi global, Presiden China Xi Jinping menegaskan pentingnya menegakkan hukum internasional sebagai fondasi utama bagi perdamaian di Timur Tengah. Pernyataan itu secara tersirat mengkritik perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Xi menekankan bahwa prinsip hukum tidak boleh diterapkan secara selektif.

"Supremasi hukum tidak bisa 'digunakan bila menguntungkan dan diabaikan bila tidak menguntungkan'," ujar Xi, seperti dikutip kantor berita resmi Xinhua, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, setelah pembicaraan antara Washington dan Teheran pada akhir pekan gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, Iran secara efektif menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang dianggap berasal dari negara tidak bersahabat.

Situasi makin memanas ketika militer AS pada Senin memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan menuduh Teheran melakukan "terorisme ekonomi".

Dampaknya langsung terasa pada perdagangan energi global. Pengiriman minyak dari negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, melalui Selat Hormuz dilaporkan merosot tajam sejak perang dimulai.

Tak hanya itu, Teheran juga meluncurkan serangan rudal dan drone ke infrastruktur energi di negara-negara Teluk tetangga, termasuk UEA. Gangguan ini berimbas hingga ke Asia, dengan data resmi menunjukkan impor gas alam China pada Maret turun ke level terendah sejak Oktober 2022.

Sementara itu, pengiriman minyak mentah ke China juga turun 2,8%, sebagian karena kapal-kapal China tertahan di Selat Hormuz.

Xi memperingatkan bahwa dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba dalam menyelesaikan konflik global. "Kita tidak boleh membiarkan dunia kembali ke hukum rimba," katanya kepada Sheikh Khaled, yang juga merupakan putra tertua Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Meski Beijing berulang kali mengkritik kampanye militer AS-Israel sebagai tindakan ilegal, Xi relatif jarang menyampaikan komentar publik secara langsung terkait konflik tersebut.

Adapun ia dijadwalkan akan bertemu Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan yang diperkirakan berlangsung di Beijing bulan depan.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |