Telkom Buka-bukaan Soal Laporan Keuangan, Ada Perubahan Besar

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan perhitungan amortisasi dan depresiasi akan menambah beban di laporan keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. hingga tahun 2027. Namun, perusahaan menegaskan penyesuaian pada pencatatan ini tidak berdampak terhadap arus kas dan operasional perusahaan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa Telkom mengubah cara perhitungan umur aset agar sesuai dengan standar yang berlaku secara global.

Dengan perhitungan umur aset yang lebih tepat, perusahaan bisa berinvestasi lebih efisien untuk memperbarui dan meremajakan aset infrastruktur teknologi.

"Kalau [infrastruktur] jaringan umurnya masih panjang, bebannya masih besar. Ini disesuaikan dengan umur aset, saat teknologinya berubah, di bukunya juga selesai," kata Dian, Rabu (11/3/2026).

Direktur Keuangan Telkom Arthur Angelo Syailendra mengatakan tambahan beban amortisasi dan depresiasi akibat perubahan cara perhitungan umur aset ini akan tecermin dalam laporan keuangan Telkom mulai dari 2025 hingga 2027.

"Kami menyadari terjadi accounting error, umur depresiasinya salah, seharusnya lebih pendek," katanya.

Namun, Angelo menegaskan perubahan ini terjadi pada item non-cash dan sudah diprovisi pada periode sebelumnya,

Dian menambahkan bahwa perubahan cara perhitungan umur aset ini akan sangat berdampak terhadap kinerja PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia.

Perusahaan pengelola dan penyedia layanan fiber optik tersebut telah di-spin-off menjadi perusahaan terpisah. Telkom menargetkan Infranexia menjadi sumber pendapatan terbesar kedua perusahaan setelah Telkomsel. Infranexia nantinya mengincar layanan fiber optik 

"Jika kita tidak lakukan, transfer aset ke TIF, nanti cost dari pertama mereka sudah berat saat mereka menjadi neutral fiber co," kata Dian.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba menargetkan pendapatan TIF dari penyediaan layanan pihak eksternal Telkom akan naik dari 15 persen menjadi 25-40 persen.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |