Sopir Malaysia Kritik Jalan Rusak di Kaltara Bikin Warga Terjebak hingga Sakit

3 hours ago 3
Malinau -

Video memperlihatkan buruknya kondisi jalan di wilayah Apokayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Malaysia beredar. Sopir yang disebut merupakan warga Malaysia mengeluhkan jalan berlumpur hingga membuat mobil terjebak dan para penumpang kelaparan.

Dilansir detikKalimantan, Kamis (25/6/2026), pria yang bekerja sebagai sopir penyuplai sembako dari Malaysia ke Apokayan ini memperlihatkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat. Mereka merupakan rombongan kontingen asal Apokayan yang tengah dalam perjalanan menghadiri Konferensi Wilayah (Konwil) IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Kaltara.

"Perusahaan Indon kuat tipu lah. Tengoklah anak-anak di sini sudah menangis dan menahan lapar karena seharian menunggu surutnya air. Perusahaan Indon bikin tipu-tipu masyarakat saja. Indon bikin jalan ini tidak pandai Ho, semua kendaraan nyangkut dan tidak bisa lewat," ucap pria tersebut dengan logat Melayu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut mobil harus menunggu air surut agar bisa melintasi jalur yang rusak parah. Pria itu juga mempertanyakan keberadaan alat berat di lokasi yang dianggapnya tidak melakukan perbaikan, khususnya di titik yang dikenal warga sebagai Jembatan 35.

Plt Camat Kayan Hulu sekaligus Kepala Badan Perbatasan Kabupaten Malinau (Kaban), Setim Ala, membenarkan insiden warga yang terjebak. Dia juga meluruskan soal alat berat dan status jalan yang dikritik.

"Jalan yang masyarakat lalui selama ini sebenarnya adalah jalan trans nasional, yang merupakan tanggung jawab penuh pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Malinau sudah berupaya memperbaiki semampunya menggunakan alat dari kecamatan," jelas Setim.

Setim mengatakan alat berat itu merupakan bantuan dari Pemkab Malinau dan bukan untuk mengurus jalan nasional. Dia juga membenarkan soal kontingen yang kelaparan hingga jatuh sakit. Kontingen gabungan dari Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Selatan, dan Kayan Hilir awalnya memprediksi perjalanan hanya memakan waktu satu hari.

"Mereka menyiapkan makanan untuk perjalanan satu hari. Ternyata di jalan ada masalah kubangan lumpur dan jembatan putus, sehingga harus menunggu air surut. Bertahan berhari-hari tanpa bekal tambahan, wajar jika ada warga yang asam lambungnya kambuh," ujar Setim.

Simak selengkapnya di sini.

Tonton juga video "Jalan Penghubung 2 Desa di Klungkung Bali Amblas, Pengendara Waswas"

(haf/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |