Situasi Terbaru di Semua Bandara di Flores Usai Gempa M7,7 Hantam NTT

7 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh bandar udara (bandara) di wilayah Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal pascagempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

"Berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan di lapangan, tidak terdapat penutupan operasional bandar udara akibat gempa. Seluruh bandar udara dapat melayani penerbangan, termasuk penerbangan untuk mendukung mobilisasi masyarakat, bantuan kemanusiaan, logistik, serta kebutuhan penanganan pascabencana," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam keterangannya, Selasa (19/8/2026). 

"Kami memastikan seluruh bandara di Flores dan sekitarnya tetap beroperasi normal. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Terhadap area-area yang berpotensi memiliki risiko, kami melakukan mitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan," tambahnya menegaskan.

Menurut Lukman, terdapat sejumlah kerusakan pada bagian bangunan terminal, kantor, menara, maupun fasilitas penunjang di beberapa bandar udara. Namun demikian, kondisi tersebut telah ditindaklanjuti dengan langkah mitigasi dan pengamanan sehingga pelayanan penerbangan tetap dapat berlangsung.

Di Bandara Komodo, Labuan Bajo, ditemukan kerusakan pada plafon terminal dan fire station, retakan pada dinding gedung administrasi, serta retak memanjang pada fillet Taxiway A. Pembersihan terminal telah dilakukan dan Operasional penerbangan tetap berjalan normal, dan tower saat ini telah beroperasi normal. Pada tahap awal penanganan, pelayanan komunikasi penerbangan sempat didukung perangkat VHF-A/G portable di luar tower.

Sementara Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, mengalami kerusakan pada plafon terminal serta retakan pada dinding gedung PKP-PK dan struktur tower. Pembersihan area terminal telah dilakukan dan pelayanan lalu lintas udara didukung melalui penerapan contingency plan dengan memindahkan komunikasi ke Watchroom Gedung PKP-PK. Operasional penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Kondisi di di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu dilaporkan terdapat kerusakan pada partisi dinding kaca gedung terminal lantai 2. Kondisi tersebut sedang dilaksanakan perbaikan struktur kembali dan dibuat dimitigasi melalui pengamanan dan pembatasan akses pada area yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jasa. Operasional bandar udara dan navigasi penerbangan tetap berjalan normal dan seluruh penerbangan dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Sedangkan Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, mengalami kerusakan pada arsitektur ACP terminal, plafon ruang rapat/kantor, dinding PKP-PK, dan tower. Pembersihan area terminal serta evaluasi struktur lanjutan terus dilakukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sisi udara tetap aman dan dapat digunakan untuk melayani penerbangan.

Di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, ditemukan kerusakan ringan pada plafon dan kaca terminal lantai 2. Sisi udara, termasuk runway dan apron, berada dalam kondisi baik. Bandara tetap beroperasi dan turut mendukung pergerakan bantuan serta mobilisasi unsur pemerintah, termasuk mendukung pergerakan Presiden Republik Indonesia dan unsur TNI/Polri.

Dan, di Bandara Soa Bajawa, terdapat kerusakan pada plafon dan kaca terminal serta retakan pada dinding/kolom sejumlah bangunan. Ditemukan pula retak memanjang pada runway. Mitigasi dilakukan melalui pembersihan material, pengamanan peralatan, penggunaan VHF-A/G portable, serta penempatan armada PKP-PK di luar gedung sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan. Pelayanan penerbangan tetap berlangsung dengan menerapkan pembatasan akses pada area tertentu yang berpotensi memiliki risiko.

"Bandar udara tetap beroperasi, namun keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Selain itu, maskapai penerbangan memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi operasional dan penyesuaian penerbangan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, termasuk apabila hasil assessment internal menunjukkan perlunya penundaan atau pembatalan penerbangan untuk memastikan keselamatan," ujar Lukman.

Di saat bersamaan, imbuh dia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, AirNav Indonesia, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif untuk memastikan keselamatan penerbangan serta kesiapan bandar udara dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan penanganan dampak gempa.

"Kementerian Perhubungan juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas bandar udara, khususnya terkait pembatasan akses pada area tertentu, serta tidak memasuki area yang telah dinyatakan terbatas demi keselamatan bersama," kata Lukman.

 Dephub)gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi di wilayah tersebut. Beberapa yang terdampak antara lain, Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara Komodo. (Dok: Dephub) Foto: gempa bumi di wilayah NTT berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi di wilayah tersebut. Beberapa yang terdampak antara lain, Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara Komodo. (Dok: Dephub)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |