Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura menerbitkan peringatan terkait kualitas udara pada Sabtu (5/9) pagi yang berada dalam kategori tidak sehat di wilayah barat, tengah, dan timur. Hal ini merupakan dampak dari kebakaran hutan di Indonesia.
Mengutip situs web Channel News Asia, pada pukul 19.00, Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam tercatat sudah menyentuh angka 103 di wilayah tengah. Sebelumnya pada pukul 06.00, wilayah barat dan timur juga berada dalam kategori tidak sehat, dengan PSI masing-masing 103 dan 102.
Wilayah barat kemudian turun menjadi 91 pada pukul 19.00, begitu pula wilayah timur yang turun menjadi 83. Sementara itu, wilayah lainnya tetap berada dalam kategori sedang, dengan PSI 78 di wilayah utara dan 79 di wilayah selatan.
PSI 24 jam memasuki kategori tidak sehat (101-200) sejak Jumat pagi. Kondisi tersebut merupakan pertama kalinya PSI melampaui level tersebut sejak 8 Oktober 2023.
Hal ini mendorong NEA pada Jumat untuk mulai menerbitkan peringatan kabut asap harian, termasuk prakiraan PSI 24 jam, guna membantu masyarakat merencanakan kegiatan dan acara untuk hari berikutnya.
Singapura kemungkinan akan terus terdampak kabut asap lintas batas jika kebakaran di Indonesia masih terjadi, dengan perkiraan PSI 24 jam berada di ujung atas kisaran "sedang" hingga ujung bawah kisaran "tidak sehat".
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah sekitarnya tetap kering pada hari Sabtu. Saat itu, gumpalan asap sedang hingga pekat di bagian selatan dan tengah Sumatra, serta berbagai wilayah di Kalimantan, terus terbawa angin ke arah Singapura.
NEA memperkirakan kondisi kering akan terus berlanjut di Singapura dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari ke depan, dengan angin dominan bertiup dari arah tenggara atau selatan.
Sebagai informasi, PSI 24 jam merupakan indikator kualitas udara harian di Singapura dan menjadi dasar bagi peringatan kesehatan harian yang dikeluarkan NEA. Indeks ini dihitung berdasarkan enam polutan udara, yaitu PM2,5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.
Sementara itu, pembacaan PM2,5 per jam merupakan rata-rata per jam dari tingkat polutan PM2,5. PM2,5 adalah partikel halus dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, dan merupakan polutan utama selama kabut asap yang membahayakan kesehatan.
Jika pembacaan PSI 24 jam merupakan rata-rata dari 24 jam terakhir, pembacaan PM2,5 selama 1 jam mencerminkan kualitas udara pada satu titik waktu tertentu.
Pembacaan PSI 24 jam dianggap "sangat tidak sehat" jika berada dalam kisaran 201-300, dan "berbahaya" jika melebihi 300.
Dalam siaran pers bersama sebelumnya yang diterbitkan atas nama lembaga-lembaga di Satuan Tugas Kabut Asap (HTF), NEA menyatakan bahwa anggota satuan tugas tersebut telah menerapkan rencana aksi dan imbauan masing-masing untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Imbauan harian NEA terkait kabut asap akan mencakup prakiraan PSI 24 jam, yang dapat digunakan masyarakat untuk merencanakan kegiatan dan acara mereka selama 24 jam ke depan.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

















































