Silaturahmi 3 Jam, Prabowo-Anwar Ibrahim Turut Bahas Dinamika Timur Tengah

4 hours ago 6
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya sekaligus Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung 3 jam, silaturahmi Lebaran 2026 sekaligus diskusi dinamika konflik di Timur Tengah.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kedua pemimpin memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bertukar pandangan mengenai dinamika global, khususnya perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Selain itu, sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama juga turut dibahas dalam dialog tersebut.

"Suasana pertemuan berlangsung hangat. Dalam obrolan akrab itu, keduanya bersilaturahmi lebaran sekaligus berdiskusi mengenai dinamika geopolitik di Asia Barat, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama," ujar Teddy dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teddy juga menyebut bahwa pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam, dimulai sejak pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Selesai pertemuan, Prabowo mengantar langsung Anwar Ibrahim ke Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

"Pertemuan berlangsung sekitar 3 jam sejak 16.00 sampai dengan 19.00 malam. Selanjutnya Presiden Prabowo mengantar keberangkatan PM Anwar lbrahim di mobil yang sama menuju Bandara Halim," ungkap Teddy.

Anwar Ibrahim sebelumnya mengungkapkan Malaysia dan Indonesia sepakat untuk meredakan konflik di Timur Tegah.

"Dalam ketidaktentuan global yang kian meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau yang berprinsip bagi memelihara keamanan, menjamin kestabilan serta memperkukuh daya tahan ekonomi demi kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Indonesia dan Malaysia, kata Anwar, sepakat untuk meredakan konflik agar korban perang di Timur Tengah tidak bertambah panas. Selain itu, dengan konflik yang mereda, diharapkan ekonomi dunia dapat kembali pulih.

"Kami sepakat untuk mempergiat usaha diplomasi bagi meredakan konflik, melindungi nyawa orang awam serta membuka ruang rundingan ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan. Pada masa sama, kelangsungan rantaian bekalan global serta laluan perdagangan strategik termasuk Selat Hormuz mesti dipastikan tidak terjejas," ucapnya.

Simak juga Video 'PM Malaysia Tiadakan Open House Idul Fitri 2026 untuk Hemat Anggaran':

(rfs/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |