Sedikit Lagi! Menanti Hasil Pemeriksaan Kematian Misterius Sutrimo

3 hours ago 1
Jakarta -

Polda Metro Jaya masih mengusut kasus kematian Sutrimo usai ditemukan tidak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi telah memeriksa puluhan saksi untuk mengungkap penyebab kematian.

Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan.

Setibanya di rumah sakit, Sutrimo dinyatakan telah meninggal dunia. Polisi bergerak melakukan pengusutan setelah muncul dugaan adanya kejanggalan dalam kematian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik kemudian melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo pada Rabu (12/8). Proses tersebut dilakukan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Ekshumasi berlangsung sekitar 3,5 jam, mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari petunjuk yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Hasil Forensik Ditunggu Pekan Ini

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan polisi saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik. Hasil tersebut diharapkan dapat diterima penyidik dalam pekan ini.

"Kemungkinan kita menerima hasil di minggu ini dari dokter forensik. Ini masih dikomunikasikan dari penyidik," ujar Budi, kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

"Mudah-mudahan minggu ini, karena yang bekerja adalah lab. Makanya kami juga berharap nanti setelah hasil lab, tim dokter forensik yang akan menyampaikan, mereka-mereka yang expert di bidangnya masing-masing," sambungnya.

Polisi Periksa 27 Saksi

Budi juga mengatakan penyidik telah meminta keterangan dari 27 saksi dalam proses pengusutan kasus kematian Sutrimo.

"Yang pasti sampai detik ini dalam proses penyidikan ada 27 saksi yang diperiksa," kata Budi kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Pemeriksaan saksi menjadi bagian dari penyidikan yang masih berjalan. Polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melengkapi proses penyelidikan terkait kematian Sutrimo.

Pemeriksaan untuk Ungkap Dugaan Racun

Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan racun dalam tubuh Sutrimo. Tim dokter juga mengambil sampel dari jenazah untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Ketua Tim Dokter Forensik Prof Yudi sebelumnya menjelaskan jenazah Sutrimo sempat mengeluarkan buih dari hidung dan mulut ketika meninggal. Namun, kondisi tersebut sudah tidak ditemukan saat proses ekshumasi karena jenazah telah dimakamkan selama sekitar tiga pekan.

"Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada," kata Yudi.

Tim forensik kemudian mengambil sampel dengan metode swab untuk mengetahui kemungkinan adanya zat tertentu. Pemeriksaan lanjutan mencakup toksikologi, DNA, dan histopatologi.

Saksikan Live DetikPagi:

(wia/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |