Saham Emas-Nikel Juara Diborong Asing, Ini Datanya!

8 hours ago 4

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

11 January 2026 13:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten komoditas terutama yang masih berhubungan dengan emas dan nikel terpantau menjadi buruan investor asing sepanjang awal Januari 2026.

Di posisi teratas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak diborong asing, dengan nilai net buy mencapai sekitar Rp632 miliar dalam periode 1-9 Januari 2026.

Minat besar ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kinerja ANTM yang sangat diuntungkan oleh kombinasi reli emas dan nikel, mengingat kedua komoditas tersebut merupakan tulang punggung bisnis perseroan.

Selanjutnya, PT Astra International Tbk (ASII) turut mencatatkan pembelian asing yang signifikan. Meski bukan produsen emas secara langsung, ASII ikut menikmati sentimen positif dari prospek bisnis emas Grup Astra melalui UNTR. Pada tahun ini, UNTR diproyeksikan resmi menambahkan Tambang Doup ke dalam portofolio emasnya, yang sebelumnya dimiliki PSAB. Walaupun produksi komersial baru diperkirakan dimulai pada 2028, reli harga emas membuat nilai ekonomis proyek tersebut semakin menarik di mata pasar, sehingga sentimen emas ikut menular ke ASII.

Minat asing juga mengalir ke PT Petrosea Tbk (PTRO), yang kinerjanya erat kaitannya dengan aktivitas pertambangan dan jasa penunjang sektor energi dan mineral. Saat harga komoditas menguat, ekspektasi terhadap peningkatan volume produksi dan proyek tambang biasanya ikut naik, sehingga saham jasa tambang kembali menjadi pilihan.

Apalagi PTRO punya hubungan proyek nikel dengan tambang Blok Pomalaa untuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Di sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap menjadi tujuan aliran dana asing. Keduanya dipandang sebagai saham berfundamental kuat yang kerap menjadi jangkar portofolio, terutama di tengah meningkatnya optimisme terhadap siklus ekonomi dan potensi pelonggaran kebijakan moneter ke depan.

Untuk sektor energi, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ikut mencuri perhatian. Prospek permintaan gas domestik dan peran gas sebagai energi transisi membuat saham ini kembali dilirik, seiring membaiknya sentimen di sektor energi secara keseluruhan.

Dari kelompok tambang logam, INCO mendapatkan dorongan langsung dari reli harga nikel, sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diuntungkan oleh penguatan harga emas dan logam mulia lainnya. Ketiganya menegaskan bahwa sektor tambang masih menjadi playground utama investor asing di awal 2026.

Menariknya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) hadir dengan cerita yang sedikit berbeda. Minat asing pada saham ini mulai dikaitkan dengan tema Waste to Energy, seiring meningkatnya perhatian terhadap pengelolaan limbah dan energi berkelanjutan. Story ini memberi warna tersendiri di tengah dominasi saham komoditas, sekaligus menunjukkan bahwa investor asing juga mulai mengantisipasi peluang jangka panjang di luar siklus harga komoditas.

Adapun berikut rincian dari 10 saham yang paling banyak diborong asing dari periode 1-9 Januari 2026 :

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |