Jakarta -
Ahli IT dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Mujiono, dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) hari ini. Terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim melemparkan sejumlah pertanyaan terkait dengan harga laptop.
Hal itu Nadiem tanyakan pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Nadiem awalnya bertanya apakah industri laptop kompetitif atau tidak.
"Sekarang saya mau menanyakan apakah industri laptop adalah industri yang kompetitif atau tidak?" tanya Nadiem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya ya kompetitif karena banyak pemain," jawab Mujiono.
"Jadi apa saja faktor yang membuat suatu industri itu kompetitif Pak? Banyak pemain, apa lagi, Pak?" tanya Nadiem.
"Banyak pemain, kebutuhan, dan lain-lain. Banyak banyak yang butuh pasti lebih kompetitif," jawab Mujiono.
Nadiem kemudian bertanya apakah perbedaan harga laptop di RI transparan. Mujiono menjawab jika berdasarkan pengalamannya, perbedaan harga laptop di RI transparan.
"Apakah industri laptop di Indonesia maupun di dunia itu adalah industri di mana transparansi harga itu besar, artinya semua orang bisa mencari harga daripada suatu harga laptop atau gadget, iya apa tidak?" tanya Nadiem.
"Mostly saya, pengalaman saya begitu. Jadi kita bisa tahu untuk harga laptop yang retail seperti itu," jawab Mujiono.
"Jadi sangat mudah untuk mencari harga di pasar ya Pak karena ada online dan lain-lain penjualan. Saya cuman ingin menanyakan Bapak mengenai itu karena kami pun juga bingung kenapa penghitungan daripada harga wajar itu tidak mempertimbangkan harga pasar," kata Nadiem merespons jawaban Mujiono.
Sebelumnya, Mujiono turut ditanya kewajaran dari Chromebook seharga Rp 6 juta. Dia menilai harga Chromebook sudah kelebihan.
"Saudara ahli, apakah dari sisi kewajaran harga yang dipaparkan dalam manifestasi itu harga Rp 6 juta itu menurut ahli wajar tidak?" tanya jaksa.
"Baik, mungkin sebelumnya saya jelaskan dulu sedikit. Chromebook itu sebenarnya istilah untuk sistem operasi. Jadi perangkat kerasnya bisa mereknya Asus, Acer, HP, dan lain-lain. Nah kenapa bisa murah, dalam tanda kutip? Karena yang disimpan di dalam laptop itu sedikit saja. Jadi software-nya sangat simpel hanya mungkin hanya diperlukan browser. Sementara sistem operasinya Chromebook itu kecil, kenapa kecil karena komunikasi nanti dengan cloud," jawab Mujiono.
"Kalau saya lihat situs-situs sekarang, maksudnya posisi 2025-2026 kemarin, itu antara Rp 3 sampai Rp 4 juta dengan catatan display-nya 11 inci, penyimpanan 32 GB, prosesor tipe N4000 atau N4020. Jadi dari situs-situs e-commerce yang display-nya 12 inci itu Rp 1.850.000, yang storage-nya 32 GB itu Rp 1.750.000. Jadi dengan asumsi harganya misalnya Rp 6 juta itu sudah ada kelebihan," sambungnya.
Dalam perkara ini, Nadiem Makarim didakwa melakukan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook saat menjabat Mendikbudristek. Proyek itu disebut menyebabkan kerugian negara Rp 2,1 triliun.
Nadiem telah mengajukan eksepsi. Hakim menolak eksepsi tersebut dan meminta sidang dilanjutkan ke tahap pembuktian.
(fca/fca)


















































