Saat Bakom RI Sambut Homeless Media di Konferensi Pers

7 hours ago 2

Jakarta - Ada yang berbeda dalam konferensi pers Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah kali ini. Bakom menyambut kehadiran 'homeless media' yang tergabung dalam New Media Forum.

Konferensi pers Bakom digelar di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026) kemarin. Konferensi pers dipimpin Kepala Bakom Muhammad Qodari.

Sebelum menyampaikan materi, Qodari menyambut adanya New Media Forum yang telah hadir dalam konferensi pers. Kata Qodari, New Media Forum ini gabungan dari para pelaku new media.

"Pada kesempatan ini, sebelum masuk kepada materi, kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia," ujar Qodari.

Qodari menyebut para pelaku new media ini dulunya sering disebut dengan istilah 'homeless media'. Para 'homeless media' ini, katanya, akhirnya bertransformasi menjadi new media.

"New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," katanya.

Qodari menjabarkan New Media Forum yang hadir yaitu Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, Muslimvox, USS Feeds, Bapak-bapak ID-Menjadi Manusia, GNFI, Cretivox, Kok Bisa?, Taubatters, Pandemictalks, Kawan Hawa, Volix Media, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vibes, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, hingga Mahasiswa dan Jakarta serta North West.

Qodari menyebutkan kehadiran new media ini bisa menjangkau publik melalui kanal digital. Menurut Qodari, new media ini harus dirangkul agar makin berkualitas seperti halnya media konvensional seperti harus adanya pemberitaan cover both side.

"Jadi kemarin saya diskusi kami diskusi di Bakom dengan teman-teman new media, apakah mungkin misalnya apakah bisa di new media itu ada mekanisme cover both side? Kalau misalnya belum memungkinkan, metode apa lagi yang bisa dipakai, misalnya metode verifikasi, itu saran dari teman-teman new media," tuturnya.

"Tapi beberapa aspek yang lain sudah dipenuhi, misalnya ada perusahaannya, ada semacam redaksinya, ya, ada alamatnya," imbuhnya.

Lihat juga Video: Prabowo Lantik Dudung Jadi KSP, Qodari Jabat Kepala Bakom

(whn/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |